68. Iri

1038 Words

Setelah semua berganti pakaian, Dimas mengajak mereka untuk makan siang di restoran dekat pantai tersebut. "Papa, Aurel bisa makan sendiri, " ucap Aurel bersemangat. "Eh, nanti kotor baju kamu kalau makan sendiri, " sela Fatwa khawatir. "Tidak masalah, nanti bisa diganti lagi bajunya. Yang terpenting Aurel senang saja, " timpal Dimas. "Terima kasih, Papa," ucap Aurel mulai melahap makanannya. "Istriku, kamu makan duluan biar aku yang jagain Bastian, " pinta Dimas lembut. "Tidak, kamu saja yang makan duluan. Aku gampang nanti, " tolak Fatwa secara lembut. "Baiklah, kalau begitu kamu tetap menjaga Bastian saja. Biar aku suapi kamu, " ujar Dimas menatap mesra sang istri. Bian dan Clara ikut bahagia dengan keharmonisan sang kakak, berbeda dengan Umami yang menatap penuh iri.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD