43. KUA

1090 Words

Sebulan kemudian, Dimas sudah menyerahkan amplop besar berwarna coklat kepada Fatwa. "Ini apa? " tanya Fatwa. "Surat perceraian aku dan Lucia, ayo sekarang kita mendaftarkan pernikahan ke KUA," jawab Dimas. "Tapi Aurel sedang tidur," jawab Lucia tidak tega meninggalkan. "Kan ada Bibik Fatimah, menitip sebentar saja, " bujuk Dimas. "Iya, Lucia. Pernikahan kalian harus dipercepat sebelum perut kamu semakin membesar, " sela Fatimah. "Baiklah, maaf ya Bik kalau aku sering merepotkan," jawab Fatwa sungkan. "Kamu ini ngomong apa, Aurel sudah aku anggap sebagai cucuku sendiri, " balas Fatimah tersenyum tulus. Akhirnya mereka berdua berpamitan pergi tanpa mengajak Aurel yang masih tertidur pulas. Sesampainya di kantor KUA, mereka berfoto. Dan mulai menyerahkan semua data - data.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD