Fatwa berasa ingin pipis, tetapi untuk berjalan saja dia merasa sakit. "Ya Alloh, hambamu ini lebih takut akan sakitnya siksa neraka dibanding kaki ini. Berilah hamba kekuatan agar bisa berdiri, " gumam Fatwa. Sambil memegang tembok akhirnya dia bisa berdiri, Fatwa berjalan dengan berpegangan tembok. Karena setiap langkah terasa sakit serasa jalannya begitu panjang. Setelah perjuangan yang begitu menyakitkan Fatwa sampai juga di kamar mandi. Akan tetapi tiba - tiba terdengar suara tangisan Aurel. Walaupun Fatwa sudah selesai wudhu tetapi dia juga tidak bisa berlari seperti biasanya. Dengan tertatih - tatih Fatwa keluar dari kamar mandi sambil berpegangan pada tembok. Rupanya Aurel sudah agak tenang karena digendong oleh Dimas. "Fatwa, kalau kamu sakit jangan dipaksakan, " ucap Di

