46. Rumah Baru

1077 Words

Walaupun lebih lama akhirnya Dimas sampai juga di rumah barunya. Dari luar bangunan saja dia sudah sangat puas apalagi jika masuk ke dalam. Semua sudah dia persiapkan demi anak - anaknya kelak. Kemudian Dimas menoleh ke belakang, dia tersenyum melihat keduanya tidur terlelap. Dimas melirik arlojinya, sudah menunjukkan pukul 12 malam. Untung saja dia tadi sudah sholat isyak di rumah Bibi Fatimah, sehingga sampai rumah bisa langsung tidur. Dengan perlahan Dimas keluar dan membuka pintu belakang. "Fatwa… Fatwa… " Sudah berkali - kali Dimas memanggil tetapi calon istrinya tidak kunjung bangun. Akhirnya Dimas memutuskan untuk memindahkan Aurel terlebih dahulu. Dalam perjalanan Dimas senyum - senyum sendiri membayangkan jika nanti Fatwa terbangun tetapi sudah tidak ada orang lain. Pas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD