Terjebak Nafsu

616 Words
kata Adila dengan nafas memburu sambil memegang tangan Tiler dan mengarahkannya ke dalam baju Adila. "Masukkan tangan kamu ke dalam BH saya, Le.. Pegang buah dada saya," kata Adila sambil tangannya meremas kontol Tiler dari luar celana. Sementara tangan Tiler sudah masuk ke dalam BH Adila dan mulai meremas-remas buah dada Adila. "Mmhh.. Terus sayang..." kata Adila. "Tangan saya pegal, tante..." kata Tiler polos. "Uhh.. Kita pindah ke kamar, yuk..." ajak Adila sambil menarik tangan Tiler. Sesampainya di dalam kamar.. "Buka pakaian kamu, Le....." ujar Adila. Adila pun melepas seluruh pakaiannya sendiri. "Iya, tante..." kata Tiler. Adila setelah melepas seluruh pakaiannya, segera naik dan telentang di tempat tidur. Tiler terkesima melihat tubuh telanjang Adila. Seumur-umur Tiler, baru kali ini dia melihat tubuh telanjang wanita di depan mata. Apalagi wanita tersebut adalah wanita yang sering di bayangkannya bila onani. Kontol Tiler langsung tegang dan tegak.. "Naik sini, Le......" kata Adila "Iya, tante..." kata Tiler. "Sini naik ke atas tubuh saya..." kata Adila sambil mengangkangkan pahanya. Tiler segera menaiki tubuh telanjang Adila. Adila langsung melumat bibir Tiler dan Tiler pun langsung membalasnyanya dengan hebat. Sementara satu tangan Tiler meremas buah dada Adila yang tidak terlalu besar. Sementara kontol Tiler sesekali mengenai belahan memek Adila. "Ohh.. Mmhh.. Terus remas.. Terus..." desah Adila sambil memegang tangan Tiler yang sedang meremas buah dadanya, dan tangan mereka bersamaan meremas buah dadanya. "Ohh.. Sshh..." kata Adila. Tiler pun dengan bernafsu terus meremas dan menciumi serta menjilati buah dada Adila. "Le, jilati memek ya, sayang..." pinta Adila. "Tapi saya tidak tahu caranya, tante," kata Tiler polos. "Sekarang dekatkan saja wajah kamu ke memek, lalu kamu jilati belahannya..." kata Adila setengah memaksa dengan menekan kepala Tiler ke arah memeknya. Tiler langsung menuruti permintaan Adila. Dijilatinya belahan memek Adila sampai tubuh Adila mengejang menahan nikmat. "Ohh.. Mm.. Ohh.. Terus jilat, sayang..." desah Adila sambil meremas kepala Tiler. "Le, kamu jilati bagian atas sini..." kata Adila sambil jarinya mengelus kelentitnya. Lalu lidah Tiler menjilati habis kelentit Adila.. Adila kembali menggelepar merasakan nikmat yang teramat sangat. "Teruss.. Sshh.. Ohh..." desah Adila sambil badannya semakin mengejang. Pahanya rapat menjepit kepala Tiler. Sementara tangannya semakin menekan kepala Tiler ke memeknya. Tak lama.. "Ohh..." desah Adila panjang. Adila orgasme. "Sudah, Le.. Naik sini," kata Adila. Tiler lalu menaiki tubuhAdila. Adila lalu mengelap mulut Tiler yang basah oleh cairan memeknya. Adila tersenyum, lalu mengecup bibir Tiler. "Mau tidak kontol kamu saya hisap," kata Adila. "Mau tante," kata Tiler bersemangat. "Bangkitlah.. Sinikan kontol kamu," kata Adila sambil tangannya meraih kontol Tiler yang tegang dan tegak. Tiler lalu mengangkangi wajah Adila. Adila segera mengulum kontol Tiler. Tidak hanya itu, kontol Tiler lalu dijilat, dihisap, lalu dikocoknya silih berganti. Tiler tubuhnya mengejang menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Tangannya berpegangan pada pinggiran ranjang. "Ohh.. Tantee.. Enaakk..." jerit kecil Darmawan sambil memompa kontolnya di mulut Adila. "Masukkin ke memek, sayang..." kata Adila. setelah dia beberapa lama menghisap kontol Tiler. Tiler lalu mengangkangi Adila. Sementara tangan Adila memegang dan membimbing kontol Tiler ke lubang memeknya. "Ayo tekan sedikit, sayang..." kata Adila. Tiler berusaha menekan kontolnya ke lubang memek Adila sampai akhirnya.. Bless.. Bless.. Bless.. Kontol Tiler berhasil masuk dan mulai memompa memek Adila. Tiler merasakan suatu kenikmatan yang tiada tara pada batang kontolnya. "Bagaimana rasanya, Le?" tanya Adila sambil tersenyum dan menggoyang pantatnya. "Ohh.. Sangat enakk, tanttee..." kata Tiler tersendat sambil memompa kontolnya keluar masuk memek Adila. Adila tersenyum.. Setelah beberapa lama memompa kontolnya, tiba-tiba tubuh Tiler mengejang. Gerakannya makin cepat. Adila karena sudah mengerti langsung meremas pantat Tiler dan menekankannya ke memeknya. Tak lama.. Crott.. Croott.. Croott.. Croott.. "Ohh.. Hohh..." desah Tiler. Tubuhnya lemas dan lunglai di atas tubuh Adila. "Udah keluar? Bagaimana rasanya?" tanya tante Adila sambil memeluk Tiler. "Sangat enak, tante..." kata Tiler. *******
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD