Epilog

1006 Words

    Suara ketukan pintu terdengar cukup keras pagi itu.     “Bet… Bety….” Panggil Ethan tak kalah kerasnya dengan suara ketukan tangannya, seolah sengaja mengganggu adik  semata wayangnya yang telah menjadi istri orang. Dari satu jam yang lalu, Diana sudah memintanya untuk membangunkan sang adik, tapi sampai sekarang pintu itu belum juga terbuka     Aca menggeliat di atas kasur empuknya, menutup seluruh wajah dengan selimut biru tebal kesayangan Devan. Ia menutup telinganya rapat-rapat dari teriakan si Abang yang memekakkan telinga.     “Bettt!” teriak Ethan sekali lagi, kekesalan kini mulai melingkupi hatinya. Jika saja adiknya masih gadis remaja seperti dulu, mungkin ia akan mendobrak pintu itu dan menyeret Aca keluar, tapi keadaannya sekarang telah berubah. Ethan tidak akan memperlak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD