“Adel... Raka...” Rinrin, Dendi, Milla dan Jeta menghampiri mereka di kantin dimana Raka sedang mengompres pergelangan tangan Adel dengan es batu. “Kalian,” seru Adel. “Kami dengar gosip heboh, apa benar lu berantem dengan Bara si ketua senat?” tanya Jeta. “Gosip cepat menyebar,” seru Raka. “Tapi kenapa?” tanya Milla bingung. “Apa lu bikin gara-gara dengannya?” tanya Rinrin. “Kenapa kalian nuduh gue?” seru Raka tak rela di salahkan. "Lihatlah perbuatan b******n itu pada Adelia,” seru Raka menunjukkan memar di pergelangan tangan Adel. “Ya Tuhan!” “Ini tidak bisa di biarkan! Dia bersikap kasar pada cewek!” seru Rinrin sangat emosi. “Gue harus labrak dia!” “Sudahlah Rin, jangan memperpanjang masalah. Gue udah gak apa-apa kok,” ucap Adel. “Tapi apa benar Desi lebih memilih membantu

