Florence hampir saja berteriak jika saja Hugo tak langsung menutup mulut Florence. "Ini aku, jangan berteriak!" bisik Hugo lirih. Florence menghembuskan napas lega, dia sudah ketakutan tadi. Di kira ada orang yang lancang memeluknya tengah malam seperti ini. Beberapa kejadian ini membuatnya lebih sering takut. Hugo melepaskan tangannya dari mulut Florence. "Kenapa kemari?" tanya Florence lirih. Hugo yang awalnya ingin memejamkan matanya membuka matanya kembali. "Nggak boleh?" Florence harus bersikap sabar sepertinya kali ini. Jangan lupa jika Hugo akan selalu menyebalkan baginya. Florence menarik napasnya panjang. Dia berbalik dan menghadap ke arah Hugo. "Kenapa nggak tidur aja di kamar kamu, disini sempit." Florence berusaha mencari alasan agar Hugo mau pergi ke kamarnya sendi

