Kami baru saja menyelesaikan terapi terakhirku hari ini, bang Tegar yang mengantar dan menemaniku. Kafka sedang ada pemotretan untuk sebuah brand sepatu dan tas gunung. Lalu lintas tidak terlalu ramai, kami bersyukur untuk bisa segera sampai rumah. "Kafka ada trip jauh lagi ya?" Aku mengangguk, mengiyakan. "Terus kemarin dengan Prima gimana?" "Enggak gimana-gimana. Kenapa nanya?" "Yang tentang bu Retno." "Aku bingung Bang. Kafka bilang jangan janjiin sesuatu yang sakral kayak nikah gitu, lagian nanti pasti ditagih deh kalau udah sehat." "Prima bilang, begitu bu Retno sehat ya kalian bisa ngomong yang sebenarnya." "Tapi Bang, nanti kalau bu Retno drop lagi gara-gara itu gimana?" "Yang penting kamu sudah bantu sebisa kamu. Lagian ayah enggak setuju juga sih kamu sama Prima. Waktu ka

