Pagi-pagi mas Prima sudah berkunjung ke rumahku. Ditemani bang Tegar di depan, katanya ia perlu bicara denganku. Mengingat kata-katanya kemarin, aku enggan bertemu dengannya tapi ayah menasehatiku. "Tolongin dulu Dek, memang orang sakit baiknya dikasih hal-hal yang menyenangkan biar pikirannya senang. Itu bisa membantu proses penyembuhan." Kata ayah saat aku menolak bertemu mas Prima. Aku pun menemuinya, dengan terpaksa. "Mas mau minta maaf." Katanya setelah bang Tegar meninggalkan kami berdua. "Dimaafin." Jawabku singkat, enggan memperpanjang obrolan. "Mas mau minta tolong lagi sama Naya." "Apalagi?" Tanyaku sengit. "Ibu belum mau makan, coba Naya bantu bujuk ibu ya? Tolong Nay." Aku menghembuskan napas kesal. "Mas, anaknya ibu kan Mas Prima dan lainnya bukan Naya. Kenapa harus a

