Tiga Puluh Enam

1721 Words

Sepanjang perjalanan kembali menuju Jakarta, hening menguasai suasana di antara kami. Kafka yang sibuk dengan pikirannya. Dan keterdiaman bang Tegar dan Winda yang bagaimanapun juga mereka adalah pihak yang netral, tidak mendukung mas Prima atau condong ke Kafka. Bang Tegar cukup dewasa memposisikan diri dalam masalah kami. Hubungan kami memang tidak ada drama, juga tidak membuat keseganan yang terjadi antara bang Tegar dan mas Prima ketika melihat hubunganku dengannya tak lagi ada, juga ayah yang menunjukkan rasa tidak suka padanya. Persahabatan mereka sungguh baik-baik saja, dan aku senang karena kegagalan hubunganku tidak mempengaruhi hal itu. Aku ingin bertanya pada Kafka, apakah dia marah, bete, kesal atau apa. Diam sama sekali bukan reaksi yang kusuka dari siapapun. Aku lebih memil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD