Dua Puluh Dua

1139 Words

Sejak acara buka puasa bersama, Rully kembali rajin menghubungiku. Dia bahkan sempat bertanya tentang mas Prima yang malam itu berada di rumahku bersama bang Tegar. Dan abangku yang ganteng itu juga gak kalah gencar bertanya, kenapa bisa mas Prima berpacaran denganku (?) "Memang Prima sudah enggak jalan dengan Ola lagi?" "Sejak kapan kamu naksir Prima?" "Kok bisa Prima mau sama kamu?" Rentetan pertanyaan bang Tegar setelah mas Prima pulang malam itu. Pertanyaan terakhir itu lho bikin pengen jitak, emang aku jelek banget apa sampai mas Prima harus enggak mau sama aku?! Retorik banget kan. "Hari ini buka puasa di rumah semua ya? Ayah telepon Iky dan Astrid. Kamu ajak Winda, Gar. Kamu ajak aja Prima Dek." Titah ayah. Sekarang ayah juga tahu aku dan mas Prima. Meski ada guratan kecewa da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD