Seharian ini Tiara memasang wajah lesu, ketika kutanya dia menjawab, "gairah hidup gue hilang pas liat Kafka semalam. Monyet itu terbaring tak berdaya." Dengan muka sinetron yang berlebihan. Eh tunggu, lihat Kafka? Mereka video call-an? Ck! Pesanku saja gak ada tanda-tanda akan dibaca, lho mereka malah bisa tatap muka via skype. Aku memandangi pesan yang kukirimkan pagi tadi. Me : Cepat sembuh ya Kaf, lekas pecicilan kembali! Dan centang itu belum berubah warna biru, yang artinya masih dalam status tak terbaca. Kulihat jam tangan, sudah jam 4 sore. Masa iya dia belum mengecek ponsel selama itu? Mas Prima mengundangku ke rumah orangtuanya untuk berbuka puasa bersama. Mungkin karena sering bertemu beberapa kali dengan keluarga Sudibyo, kegugupan itu tidak ada. Meski aku tahu persis unda

