“Tidak mau menawariku untuk mencicipi bekalmu?” tanya Gabriel yang kembali membuat Skylar berdecih. Tanpa berkata – kata karena mulutnya masih penuh dengan makanan, Skylar menyodorkan sesendok bekalnya pada Gabriel. Namun justru sebuah seringai yang dia dapatkan. “Bukan dengan sendok, aku lebih suka mencicipi bekalmu dengan cara lain.” Ucapnya yang hanya membuat Skylar mengernyit bingung, lalu tanpa membuang waktu lagi, sebuah benda lunak nan menggoda kembali mendarat diatas bibirnya. Cuppp Bibir penuh pria itu mendarat pada bibirnya, reflek membuatnya memejamkan kedua matanya. Melumatnya dengan lihai, kemudian tanpa aba – aba menggigit bibirnya yang reflek membuat gadis itu membuka kecil bibirnya untuk mengaduh. Membiarkan lidah lincah itu kini bergerilya kedalam mulutnya, merasai beka

