“Argh! Dasar bocah nakal sialan menggoda!” keluhnya seraya menyisirkan tangannya pada surai hitamnya. “Hey, mulai mengalami tahap kegilaan secara perlahan Gab?” Gabriel terkesiap dari keluhannya mendengar sebuah suara yang tiba – tiba terdengar begitu saja dari arah pintu masuk ruangannya. “Sialan! Kupenggal kepalamu jika seenaknya saja masuk keruanganku tanpa mengetuk pintu lagi!” maki Gabriel pada seseorang yang tengah asyik tergelak itu. Antonio Smith. Teman seperpopokannya itu berjalan kearah meja kerja Gabriel, kemudian dengan santainya duduk dikursi depan meja kerja itu, berseberangan dengan Gabriel. “Kau menghebohkan seisi gedung perusahaanmu pagi ini bodoh!” Gabriel mengernyitkan keningnya heran, tak menyadari apa yang membuatnya menghebohkan seisi gedung perusahaan seperti yan

