"Van, ayo kita nikah. Ih!" Salsa menghentakkan lengan Novan dengan kasar. "Sal, ngertiin aku dong. Aku lagi mikir juga, aku nggak mau salah langkah dengan ambil keputusan dengan gegabah." Wajah Novan terlihat frustasi, pakaian kusut tak di setrika. Salsa cemberut lalu mengambil butiran anggur bulat berwarna merah kehitaman. Ia menatap sebentar dan memasukkan benda kecil itu ke dalam mulutnya. Saat tengah asik mengunyah dengan mata yang menelusuri benda-benda di hotel ini, tiba-tiba ide terlintas di pikirannya, ia tersenyum senang. Lalu wanita itu kembali mengalungkan tangannya pada lengan kekar Novan. "Yang, aku pengen deh." Tangan nakal Salsa mengerayangi dada bidang Novan. "Please, izinin aku berpikir sebentar Sayang. Katanya kamu mau masalahnya cepat selesai kan?" Salsa melepa

