BAB 29. Aku, Agata. Bukan, Anya.

1012 Words

Wajah Delilah langsung seketika berubah saat melihat Reinhard menahan tawanya. “ Iya, dia adalah pemenang penghargaan artis terbaik tahun lalu bukan?” Felix berlagak tidak mengerti maksud Agata. “Iya, benar sekali,” jawab Agata. “Saya permisi dulu, saya sangat lapar. Apa kamu juga mau makan, baby?” tanya Agata kepada Reinhard. “Iya, tentu saja. Why not. Tuan, kami permisi dulu yah.” Reinhard lalu berjalan menuju ke meja mereka dan duduk bersama Agata. “Agata, ternyata kamu juga sangat berbakat untuk membuat orang emosi, yah?” “Tergantung, aku mau ke toilet dulu,” pamit Agata kepada Reinhard. Agata lalu berjalan menuju ke toilet, tapi bukan itu tujuan utamanya. Agata hanya ingin menjauh sejenak dari sisi Reinhard. Ia cukup jengah dengan keadaan ini. Samar-samar dari jauh, tanpa se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD