“Beberapa bulan lalu, saat pertemuan pertama kita. Saat berpamitan denganmu, aku menepuk bahumu beberapa kali. Mohon maaf aku mengambil sample rambut milikmu tanpa ijin darimu, Nak,” jawab Nando sambil menyeka air matanya. “Jadi?” Agata bingung ingin menyimpulkan berita besar ini dalam rangkaian sebuah kalimat. “Jadi, aku adalah kakekmu,” sahut Nando. “Dan, aku adalah nenekmu, Agata,” sahut Ester lalu menangis dan memeluk Agata yang masih terbelalak. Setelah otaknya dapat mencerna kejutan dari Aves ini, Agata langsung membalas pelukan Ester sambil menangis sejadi-jadinya. “Aku, aku masih punya keluarga? Aku, masih punya, Kakek dan Nenek?” tanya Agata sambil terisak bahagia. “Iya, kamu masih memiliki keluarga, kamu, tidak sebatang kara, Agata.” Aves ikut merasakan atmosfer kebahagiaan

