BAB 10. Rahasia Agatha Terbongkar.

723 Words
“Tapi, dengan mudah juga dia mencampakkan aku bak pakaian kotor yang sudah tak ingin di gunakannya lagi. Aku ... tidak akan kabur lagi. Aku takut akan bertemu dengan CEO lainnya yang akan memanfaatkan diri dan tubuh ku.” Agata terkekeh sambil menangis. Agata tak lagi dapat menahan semua perlakuan buruk dari Reinhard. Sudah satu bulan mereka bersama, padahal dulu Rein masih baik kepadanya. Tapi akhir-akhir ini Rein sukses menciptakan neraka untuk Agatha. Apa mau dikata, Agata hanya orang kecil yang tidak bisa melawan Rein. Segala kekuatan finansial dan kekuasaan yang dimiliki oleh Reinhard dapat membuat Reinhard melakukan apa saja yang diinginkannya. Saat ini Agatha hanya bisa meratapi nasibnya seorang diri di dalam kamar seorang diri hingga pagi hari pun tiba. Agatha terbangun dan segera bersiap untuk kembali bekerja. Tidak lupa Agatha kembali menyiapkan sarapan pagi untuk Reinhard dan Katrina. Lantas terdengar langkah dua pasang kaki turun dari tangga. Agatha lalu menoleh dan melihat Katrina turun dengan bergelanyut manja di lengan kokoh Rein. Terlihat Rein tidak keberatan saat melihat Katrina menempelkan dadanya di lengannya, Rein justru menatap dingin istrinya. “Pagi Rein, aku sudah menyiapkan sarapan pagi. Silahkan makan berdua dengan temanmu, aku pergi kerja dulu,” sambut Agatha dengan kikuk kepada kedua pasangan m***m di depannya ini. Katrina menatap Rein sambil tersenyum miring meremehkan wanita di hadapannya ini. “Kamu mau kerja?” Katrina menyeletuk spontan. “Iya, saya pamit dulu,” sahut Agatha dengan suara lembutnya dan segera berbalik, baru saja kakinya melangkah, Katrina sudah lebih dulu memanggilnya kembali. “Loh, siapa yang menyuruhmu pergi, hah?! Layani aku dan Rein terlebih dulu baru pergilah bekerja. Bukankah kamu ini hanya seorang cleaning service di kantor? Ayo cepat, layani kami! Tunggu apa lagi?!” Katrina meninggikan suaranya. Agatha berjalan mendekat dan menatap Rein yang hanya melihat piring kosongnya tanpa berniat menoleh melihat istrinya. “Baiklah, akan saya ambilkan,” jawab Agatha menahan getaran di suaranya. “Belajarlah untuk memanggilku Nyonya Meshach.” Katrina kembali menyahut dan sengaja membuat Agatha sakit hati. Agatha tetap diam dan tidak menjawab Katrina bahkan tidak berniat untuk melihat Katrina, ia hanya melayangkan pandangnya kepada Rein. Melihat Agatha yang sejak tadi menatap Rein, Katrina tidak suka. Ia langsung mendekat dan menjambak rambut Agatha di depannya Rein. “Hei, Jalang miskin! Jaga matamu! Aku tidak suka melihatmu menatap priaku, apa kau mengerti?!” desis Katrina dengan kasar. Agatha meringis menahan tangisnya. “Panggil aku, Nyonya Meshach sekarang juga, b******n tengik!” teriak Katrina karena Agatha justru mengunci mulutnya. Dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya Agatha terus melihat Deva dan ia tidak berniat untuk menuruti perintah Katrina. “Lepaskan, Nona. Saya harus segera berangkat kerja,” rintih Agatha dengan suara bergetar. “Panggil aku dengan sebutan Nyonya Meshach, baru aku akan melepaskanmu!” Katrina kembali memaksa Agatha. “Aku, tidak akan memanggilmu dengan sebutan itu. Akulah Nyonya Meshach di rumah ini. Akulah istri sahnya tuan Reinhard Meshach,” sahut Agatha dengan suara bergetar dan air mata yang meluncur tak tertahankan. Melihat Agatha diperlakukan tidak manusiawi oleh Katrina, Rein justru menyandarkan tubuhnya dan menyeringai kejam membalas tatapan Agatha. Melihatnya Agatha menghela nafas lemah, ia yakin jika Rein menikmati penderitaannya dan sengaja membiarkan Katrina melakukan apa saja asal bisa menyekitinya. “Sebenarnya apa salahku? Bukankah tugasku hanya membuatmu kembali dengan mantan kekasihmu? Aku tidak sudi menjadi istri kontrak yang disiksa seperti ini olehmu,” ucap Agatha tegas, ia memberanikan diri untuk menjawab Rein. Mendengarnya wajah Rein pun memerah, ia kembali tersenyum miring kepada Agatha. “Kamu selama ini takut aku pecat bukan semata karena kamu membutuhkannya. Tapi kamu sangat membutuhkannya karena aku tau, kamu memiliki adik yang sedang sakit di Rumah sakit kan?” desis Rein. Agatha terbelalak kaget, ia tidak percaya. Rahasia yang selama ini di simpannya dengan rapat justru dibongkar oleh Rein. “Ka-kamu tau dari mana?” tanya Agatha membuat Rein terbahak seketika. Suara tawa sumbang tersebut membuat Katrina dan Agatha merinding. Tidak ada yang lucu sama sekali, tawa itu malah terdengar kejam. “Apa kamu lupa, siapa aku, hah?!” bentak Rein dengan suara menggelegar. “Aku adalah Reinhard Meshach, pria terkaya di Eropa! Aku bisa melakukan apapun yang aku mau, Agatha. Kamu, terbelenggu dalam perjanjian kontrak pernikahan ini, aku sudah membayarmu dengan mengembalikan rumah orang tuamu!” “Aku juga akan membayar tubuhmu yang sudah aku tiduri itu dengan harga sepadan! Sekarang turuti perintah Katrina!”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD