Tak tentu arah, adalah kata-kata yang cocok untuk Juna malam ini. Dua jam sudah dia menghabiskan waktu berbaring di atas ranjangnya memikirkan cara agar pertunangannya batal. Dia nggak bisa membiarkan Tari tetap menjadi bagian dari hidupnya. Jujur dia akui, awal pertemuannya dengan Tari memang membuatnya sedikit penasaran. Namun lama kelamaan, dia justru sangat ingin menghindari perempuan itu. Jalan satu-satunya, ya dia kabur saja nanti waktu hari H pertunangan. Besok ibunya akan menyebarkan undangan untuk acara yang akan di selenggarakan di salah satu hotel mewah itu. Persiapan sudah sangat-sangat matang. Tiap kali Juna ingin maju selangkah untuk mendekati Maya, dia langsung ingat kalau ada Tari si penghalang. Pokoknya dia benci Tari. Juna melemparkan bantal guling dengan cukup kuat hin

