“Bang …,” lirih Nadia seraya menyentuh tangan kiri sang suami. Pasalnya saat ini, pasangan suami dan istri sudah sampai di alamat yang dituju. “Kita sudah sampai, kita harus turun,” jawab Harun. “Bang, abang yakin kalau ibunya Adrian mau menerima lamaran kita?” “Entahlah … Abang tidak bisa menduga-duga. Sekarang sebaiknya kita turun lalu kita utarakan maksud dan tujuan kita datang ke sini.” Nadia mengangguk. Wanita itu pun membuka pintu mobilnya. Ia turun dan berjalan menuju pintu penumpang bagian tengah, karena ia meletakkan hantarannya di sana. “Om, Tante …,” ucap Adrian setelah menghampiri orang tua kandung Jingga itu. Ia salami ke duanya dengan takzim. “Mama kamu ada?” tanya Harun. “Ada, Om.” “Apa kamu sudah mengatakan kalau kami akan ke sini?” Adrian terdiam sejenak, lalu ter

