Pergi Melamar

1544 Words

Adrian masih duduk dengan gugup di salah satu kursi tamu rumah Harun. Ia menggenggam ke dua tangannya sendiri untuk menghilangkan rasa gugup yang saat ini begitu meguasainya. Kini, Harun dan Nadia sudah dudu di dekat pria itu. Kebetulan Bulan dan Bintang ada kegiatan di luar sekolah sementara Jingga masih di kampusnya. Jadi hanya ada Harun, Nadia, dan juga Yumna di rumah itu. Namun Harun menyuruh Yumna berdiam diri saja di kamar untuk sementara waktu. “Jadi kamu yang namanya Adrian?” tanya Harun tiba-tiba, memecah suasana hening yang tadi sudah menyelimuti ruang tamu rumah Nadia. “Iya, Om,” jawab Adrian. Ia memberanikan diri menatap suami Nadia itu, tapi kemudian ia menundukkan pandangannya lagi. “Kamu tahu, saya sebenarnya ingin marah sama kamu. Tidak hanya marah, tapi sangat marah. I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD