Bab 30 Belum sempat Jonan duduk ikut makan siang, dari arah lain Bagas sudah lebih dulu menarik lengannya. “Di mana Anin?” tanya Bagas. Jonan berdecak, kemudian mengibaskan tangan hingga terlepas dari genggaman Bagas. “Apaan, sih!” Mama, papa yang awalnya duduk, terpaksa berdiri. “Katakan, di mana Anin?” Bagas menarik pundak Jonan yang hendak duduk. “Kamu tahu di mana Anin kan?” Jonan mendecih lantas menyingkir. “Kalaupun aku tahu, aku tidak akan memberi tahumu!” “Sialan kau, Jo!” salak Bagas. Bagas maju menyingkirkan kursi yang menghalangi. “Katakan, di mana Anin!” “BAGAS!” suara tinggi bernada gertakan itu membuat Bagas yang hendak meraih Jonan lagi, urung. “Berhenti mempermalukan dirimu sendiri!” papa berkata lagi. Mama memutari meja makan dan berjalan menghampiri Bagas. Mama s

