Ngambekan

2870 Words

Pagi-pagi sekali, Dea terbangun dari tidurnya karena mendengar ponsel Sabila berdering nyaring. Namun, si pemilik ponsel itu sendiri tak bereaksi sedikit pun, tetap terlelap. Penasaran siapa yang menghubungi Sabila sepagi itu, Dea akhirnya mengintip layar ponsel yang menampilkan nama Abrisam. “Nong, bangun lo!” Dea mendorong tubuh Sabila agar wanita itu terbangun. “Pak Abi telepon mulu tuh!” omelnya. Sabila tetap bergeming, sedangkan panggilan terus berbunyi. Kesal, Dea angkat saja panggilan itu dengan posisinya yang masih terbaring. “Iya, Pak?” “Di mana Sabila?” “Masih—” Sabila meraih ponselnya dengan cepat, bahkan sebelum Dea selesai menjawab. Jiwa raganya memang belum terkumpul sempurna, tapi hatinya langsung merespons ketika mendengar kata ‘Pak’ dari mulut Dea. “Hai.” Sabila men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD