GENDHIS Bintang sama sekali nggak ada respon sewaktu aku mengungkap perasaanku yang sebenarnya. Bikin aku jadi bingung sendiri mesti sedih atau lega saat ini. “Trus waktu itu kenapa kamu ninggalin acara kencan sama Geya cuma buat nyusul aku pulang? Harusnya kamu nggak perlu mikirin aku. Kalo aku bilang baek-baek aja, itu artinya aku beneran baek-baek aja.” “Kamu lagi sakit. Mana bisa aku menganggap kamu baik-baik saja. Kalau sampai kamu kenapa-kenapa semua pihak yang tahu hubungan kita pasti akan menyalahkan aku dan menjudge aku sebagai suami yang nggak care sama istri. Lagi pula urusan kencan dengan Geya bisa dilakukan di lain waktu.” “Apa itu artinya aku prioritasmu, Mas Bintang?” “Aku mengutamakan kamu karena lebih membutuhkan aku.” Aku mendesah lesu. “Makasih atas kejujuranmu

