BINTANG Ketika saya baru sampai rumah, Sachika sedang berada di ruang TV. Namun bukan dia yang menonton televisi melainkan televisi yang menonton dia karena saat ini Sachika sedang asyik dengan ponselnya sambil senyum-senyum. Saking asyiknya dia sampai tidak menyadari kehadiran saya. Akhirnya saya batuk kecil untuk menunjukkan bahwa saya sudah pulang. “Loh, kapan yang pulang?” tanya Sachika ketika menyadari kehadiran saya. “Baru aja,” jawab saya berjalan ke dapur. “Kok, nggak dengar suara mobil ya? Kamu naik apa memangnya?” tanya Sachika lalu menyeringai tanpa dosa. “Kamunya aja yang asyik sama handphone. Suara mobil sekenceng itu masuk garasi sampai nggak denger.” Senyum Sachika semakin lebar. Dia lalu kembali menatap ponsel di tangannya dan mengembalikan posisi duduk setengah

