GENDHIS Aku sama sekali nggak punya kesempatan untuk minta izin secara langsung pada Bintang untuk mengikuti kelas melukis bersama adik perempuan Pak Zayyan. Dua hari ini kami jarang ketemu apalagi ngobrol santai kayak kemarin-kemarinnya. Bahkan chat pun seperlunya. Ya, sudah pernah aku bilang sebelumnya kan, Bintang kalau sudah ada Geya kembali ke setelan pabrik. Jadi ya sudahlah jangan salahkan aku kalau aku nanti pamitannya pas hari H, kayak tahu bulat digoreng dadakan. Hari yang aku tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Aku berangkat dari rumah pakai ojek online. Aku menolak keras ketika Pak Zayyan menawarkan untuk menjemputku di rumah. Meski nggak bakal ketemu sama Bintang juga karena cowok itu seperti biasa sedang nggak ada di rumah. Tapi tetap aja perasaan takut kegep masih kuat m

