Munafik

1248 Words

"Jadi Viviane datang untuk memberi selamat padamu sebagai teman?" "Iya, dia datang untuk itu. Memberiku selamat setelah mendengar aku akan mengadakan pesta pernikahan dengan Zara." Luca menatap ayahnya penuh perhitungan. Dia duduk saling berhadapan dengan ayahnya setelah Viviane pergi karena ayahnya datang. Dia tahu Viviane takut dengan ayahnya. Mungkin juga segan. Hingga memilih pergi. Walau Luca senang karena dia tidak mau ayahnya curiga soal kedekatan mereka. "Terdengar klise." "Apa Ayah masalah dengan itu? Hubunganku dengan Viviane sudah berakhir dan dia temanku sekarang. Bukankah hal yang wajar bagi seorang teman untuk bertemu dan mengucapkan selamat secara langsung?" "Tentu saja, itu wajar. Wajar bagi mereka yang benar-benar teman, bukan pasangan kekasih yang baru putus lalu m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD