Jangan Menyerah!

1109 Words

"Pak ... Pak? Pak Luca?" Luca tersentak saat namanya dipanggil. Dia seketika mengangkat kepalanya dan menatap sekretarisnya yang menyadarkannya. Luca melihat sekretarisnya menatap heran. Sementara dia sendiri kini linglung seperti tidak fokus dan banyak pikiran. "Ya? Ada apa Sheila?" "Pak, ini sudah waktunya pulang. Apa Anda masih ingin di sini?" "Pulang?" Luca seketika segera mengecek jam tangannya dan terbelalak melihat jam sudah menunjukkan pukul enam petang. Dia harusnya pergi ke rumah sakit dan menemui omanya, tapi sialnya, dia malah tidak fokus dan belum menyelesaikan pekerjaannya. Masih ada cukup banyak pekerjaan yang belum dia selesaikan dan semua ini gara-gara perkataan Viviane tadi siang. Luca benar-benar memikirkan perkataan Viviane yang ingin menjadi selingkuhannya, ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD