Semua Karena Kamu

1142 Words

Luca berjalan masuk ke dalam kamarnya. Kedua bahunya merosot jatuh saat dia duduk di pinggir ranjang. Dia merasa lelah sekaligus tak bersemangat. Meski dia sempat mendapat beberapa masukan dari ayahnya soal apa yang harus dia lakukan terkait permasalahan sengketa di lahan proyek. Perasaannya sudah kacau lebih dulu gara-gara tamparan ayahnya yang begitu kuat dan membuat bibirnya sakit. Luca kesal dan berniat untuk tidur demi melupakan apa yang terjadi, tapi saat dia baru saja membaringkan tubuhnya, ketukan di pintu kamar terdengar. Membuatnya kembali duduk. "Siapa?" "Ini aku. Boleh aku masuk?" Gadis itu lagi. Luca mengernyit tak percaya. Untuk apa lagi Zara menemuinya? Tapi dia tidak bisa mengabaikannya. Tidak setelah apa yang dikatakan ayahnya. "Masuk." Tak berapa lama kemudian, pin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD