Istri yang Baik

1093 Words

Luca menatap pantulan dirinya di depan cermin. Berdiri memasang dasi dengan cekatan tanpa bantuan siapa pun. Jas abu-abu dengan kemeja putih pun sudah terpasang di tubuhnya. Rambut hitamnya tersisir rapi dengan menampilkan area keningnya. Tak hanya itu, aroma parfum yang khas dapat tercium beberapa meter dari tempatnya berdiri. Luca telah siap menyongsong hari yang cerah. Setidaknya sampai saat di mana perutnya berbunyi kelaparan. Tanpa menunda waktu, Luca segera pergi ke arah dapur. Dia membutuhkan sesuatu untuk mengganjal perutnya sebelum berangkat ke kantor dan memulai pekerjaan. Saat kakinya semakin mendekat ke arah dapur, langkahnya sedikit tertahan saat hidungnya mencium aroma masakan yang begitu menggugah selera, membuat perutnya semakin meronta. Siapa yang memasak? Sejenak, L

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD