"Kenapa rasanya seperti ini?" Luca menatap Viviane dengan alis mengernyit. Dia meletakkan gelas di tangannya dan terlihat kebingungan saat menyadari kepalanya pusing dan tubuhnya sedikit panas. Itu bukan karena efek alkohol. Tidak mungkin dia mabuk hanya karena segelas alkohol. "Ada apa? Kamu baik-baik saja? Kemarilah! Aku bantu." Sebuah sentuhan dirasakannya ketika Viviane mendekat untuk membantunya, tapi itu justru membuat Luca menggeram merasakan efek kejut seperti sengatan listrik. Tangannya spontan mencengkeram lengan Viviane dan napasnya terengah-engah. Sialnya, sesuatu di antara pahanya mulai membesar. "Berhenti menyentuh." "Kenapa memangnya? Luca, kita pulang saja, bagaimana?" "Kamu ... memasukkan sesuatu ke minumanku kan?" tanya Luca pada mantan kekasihnya. Dia merasakan p

