"Kenapa kamu mengajakku ke sini?" Luca menatap Viviane yang mengajaknya duduk di salah satu meja yang telah dipesannya. Lalu tatapannya beralih pada kerumunan orang yang bergoyang menikmati musik dan kelap-kelip lampu disko. Itu adalah kelab malam. Tempat di mana Viviane mengajaknya janjian, setelah kemarin Luca menolak bertemu. Luca tahu, meski dia mencoba menghindarinya, tapi dia tidak bisa selamanya menghindar. Akhirnya, di sinilah dia setelah pulang kerja dan mengantar Austin ke bandara. Luca langsung menemui Viviane, tanpa pulang ke penthouse atau sekadar menghubungi Zara agar tidak khawatir. Dia tidak peduli dengan gadis itu. "Kenapa memangnya? Sekalian saja kita bersenang-senang." "Viviane, kita bertemu bukan untuk bersenang-senang." "Aku tahu, tapi aku sedang pusing sekaran

