“Nina itu emang suka sama lo bahkan bisa dibilang cinta mati sama lo, tapi dia nggak gila kayak lo!” Brina sudah mencak-mencak saja di hadapan Brian. Kakaknya itu memang terlewat gila dalam bertindak. Tidak seharusnya Brian terburu-buru, karena jelas saja itu semua akan membuat Nina bingung. Brina yakin jika perasaan Nina selama ini bisa terbalaskan, Nina pasti akan sangat senang dan bersyukur. Tetapi, jika caranya seperti ini, Nina malah menajdi bingung. Brina paham dengan Nina. Walau sahabatnya itu menyukai kakaknya yang orang-orang tahu adalah pacarnya, tetapi Nina tidak pernah berusaha untuk merebut Brian darinya. Hal itulah yang membuat Brina merasa bersalah pada Nina. Tidak seharusnya kakaknya yang sontoloyo itu terlalu cepat mendekati Nina setelah memberitahu perempuan itu jika suda

