Yang namanya Nina, pasti akan menurut saja apa yang dititahkan sang pujaan hatinya. Ketika sampai di rumah sekitar pukul dua belas siang, dirinya bersantai sebentar dan kemudian tidur. Padahal, ia sama sekali tidak merasa ngantuk atau lelah. Bagaimana bisa Nina lelah, selama Nina bersama Brian, selama itu lah semangatnya selalu mengembara. Hari sudah sore dan Nina juga sudah bangun dari tidurnya setelah dibangunkan oleh dering alarm yang sengaja ia setel. Setelah membuka mata, pertama-tama Nina harus memastikan bahwa langit cerah atau setidaknya tidak mendung. Nina membuka tirai jendela dan sukses semuanya terlihat cerah. Langit bersih berwarna biru dengan sinar matahari yang cukup terik. Tak apa, ia sama sekali tidak keberatan dengan kulitnya yang mungkin akan terbakar oleh mentari. Sel

