Part 26

883 Words

Mira dan Tata sudah berada di Jakarta. Kedatangan keduanya langsung disambut oleh Tio dan Herman dengan penuh sukacita. "Apa kabar sayang?" Iyan memeluk anak gadisnya lalu mengecup kedua pipinya. Keduanya tampak saling merindukan, terkesan berlebihan karena sebenarnya tiap hari mereka berkomunikasi. "Baik Pa," jawab gadis berkulit putih itu. "Papa sendiri apa kabar?" Tata balik bertanya. "Alhamdulillah, sehat," jawab pria dua anak itu, "Apa kabar neng?" Pandangan Iyan kini beralih ke arah Mira, calon istrinya. Gadis cantik yang selalu dirindukannya siang dan malam. Hadir dalam setiap mimpinya. Gadis asal Ciemoh itu pun tersenyum manis. Senyuman yang membuat jantung pria di hadapannya berdetak tiga kali lebih cepat. Jika tadi ia mengecup pipi Tata, maka untuk Mira tidak, walaupun seb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD