Iyan melangkahkan kakinya menuju arah kamar Bu Savitri. Akhir-akhir ini wanita itu jarang menampakkan dirinya. Terlebih setelah kehadiran Mira. Wanita itu seolah mengurung diri dan enggan bersapa-sapa. Makan dan minum pun dilakukan di kamarnya. Jika tidak ada hal penting ia tak akan keluar. Tok tok tok Iyan mengetuk pintu, namun tak ada sahutan sama sekali. " Bu...ibu...." Sekali lagi Iyan mencoba memanggil Bu Savitri. Tidak ada jawaban. Ketukan berikutnya pun tak membuahkan hasil. Iyan terpaksa membuka pintu kamar wanita yang berstatus mertua tirinya. Kebetulan tak terkunci. Sepi... Bahkan ruangan itu terlihat rapi seolah tak ada yang menempati. Satu hal tentang ruangan pribadi Bu Savitri, tak ada seorang pun yang berani memasukinya kecuali Kania, putrinya dan itu pun atas izin

