Ratna Lestari, aku benci perempuan itu. Kamu yang sudah membuat bang Amirku pergi dari dunia ini untuk selamanya. Kamu juga sudah merebut mas Azisku yang sangat kucintai. Aku bersumpah akan membalas semuanya. Tidak ada lagi tulisan lainnya, hanya itu saja. Sepenggal tulisan tanpa tanggal. Iyan menghela nafas panjang, lalu mengusap pelipisnya dengan jari tangannya. Sebenarnya ia menginginkan informasi tentang Mira. Namun setelah membuka lembar demi lembar buku harian itu, tak ada lagi tulisan lainnya. Buku itu pun seolah buku bekas. Tampak kumal dan banyak sobekan disana sini. Mungkin saja Bu Savitri sengaja menghilangkan bagian-bagian itu. Iyan lantas terpikirkan tentang pamannya. Mungkin pria bernama Ahmad itulah yang bisa membantunya dalam memecahkan permasalahan asal usul Mira. Beber

