SM 33 -- Lamaran

2057 Words

Suasa pagi yang sangat canggung, baik Dimas, Najma, dan juga Hafiz tidak ada yang memulai untuk berbicara. Biasa mereka akan banyak mengobrol satu sama lain, meskipun hanya obrolan-obrolan kecil atau Dimas yang menanyakan tentang perusahaan. Tetapi tidak untuk hari ini, mereka terlihat saling membungkam bibirnya, tidak ada yang berniat untuk membuka pembicaraan. Najma nampak sesekali melirik ke arah Hafiz. Ketiganya sibuk dengan sarapan mereka masing-masing. Hafiz meneguk minumannya hingga hampair tandas, lantas pria itu pun menatap sang Ayah yang masih sibuk dengan sarapannya. "Aku setuju untuk di jodohkan dengan anaknya Pak Yahya" ujar Hafiz membuat Dimas menghentikan aktifitas sarapannya. Lalu menatap wajah sang putra, Hafiz, dengan raut wajah keterkejutannya. "Aku berangkat ke kan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD