bc

Secret Marriage

book_age16+
891
FOLLOW
4.9K
READ
goodgirl
CEO
drama
bxg
genius
campus
office/work place
first love
friendship
tricky
like
intro-logo
Blurb

Bagaimana saat kekasih kamu di sukai oleh sahabat sendiri?

Safiyya Yasna dan Hafiz Revano adalah sepasang kekasih yang menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi di kampusnya. Zarina Jasmin sahabat dari Safiyya Yasna ternyata mencintai Hafiz Revano, dia menginginkan Hafiz menjadi kekasihnya dan meminta bantuan sahabatnya yaitu Safiyya.

Bagaimana kah kisah Safiyya dan Hafiz? Apakah mereka akan mengumumkan hubungannya dan menyakiti Zarina.

chap-preview
Free preview
SM 1
  “Safiyya, Zarina, bangun kalian hari ini harus ke sekolah kan, ada tes untuk masuk Universitas!” Suara nyaring Mira dari balik pintu ber cat putih di tambah dengan suara merdu dari ketukan pintu yang wanita paruh baya itu ciptakan.   Kedua gadis yang masih terbalut selimut itu menggeliat kan badan, Safiyya mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan pencahayaan di kamar ini tetapi berbeda dengan Zarina yang malah menarik kembali selimut dan memejamkan kembali matanya. Safiyya sudah tidak aneh dengan kelakuan sahabat nya ini, gadis manis itu menyibakan selimut yang menutup tubuhnya lalu beranjak dari atas kasur dan berjalan menuju kamar mandi dengan membawa handuk dan baju untuk dia kenakan hari ini.   Kamar mandi di rumah Safiyya berada di dekat dapur, jadi begitu dirinya akan ke kamar mandi pasti melewati dapur terlebih dahulu.   “Zarina tidur lagi?” Tanya Mira yang sudah tahu dengan segala sikap dan sifat dari Zarina. Dia sudah menganggap Zarina sebagai putrinya sendiri, karena Zarina selalu menginap di rumah dan bersikap manja kepada Mira seperti anak kepada Ibu nya sendiri begitu pun dengan Zarina yang menganggap Mira seperti ibu kandung sendiri.   Karena Zarina sudah tidak memiliki sosok Ibu yang memberikan perhatian, kehangatan, kelembutan dan kasih sayang. Semenjak kepergian Ibu nya Zarina lebih sering berada di rumah Safiyya di bandingkan dengan di rumahnya sendiri, sosok sang Ayah Yahya yang terlalu sibuk dengan pekerjaan dan perusahaan mengharuskan dirinya selalu berada di Luar Negeri dan meninggalkan putri tercinta.   "Ibu tahu sendiri Zarina kan" jawab Safiyya lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi, dia harus segera bersih-bersih lalu membangunkan sahabat nya yang masih tertidur bak seorang Putri Tidur yang menunggu Pangeran agar terbangun.   Hampir dua puluh menit Safiyya menghabiskan waktu di kamar mandi, gadis itu pun keluar dengan pakaian yang sudah rapih dan handuk yang melilit di leher.   "Na, bangun nanti kita telat sampai sekolah" ucap Safiyya masih dengan nada santai   Zarina sama sekali tidak terganggu dengan suara Safiyya gadis itu malah semakin menarik selimut dan menutup tubuhnya.   Safiyya berdecak karena Zarina malah semakin terlelap, lantas dia menarik selimut yang menutupi tubuh Zarina menggelitiki perut sahabatnya itu agar terbangun karena itulah satu-satu nya cara agar Zarina segera terbangun.   "Ck, banguuuuuun! Gua gak mau telat ya sampai sekolahan!" Teriak nya dengan tangan yang sibuk menggelitik perut Zarina.   Zarina menggerakan badan nya tak tentu arah karena gelitikan Safiyya yang menurut nya mematikan.   "Huwaaaa ampun Fiya, iya iya gue bangun iya!" Teriak nya meminta ampun agar Safiyya menghentikan gelitikan pada perut rampingnya.   Zarina merubah posisi nya menjadi terduduk setelah Safiyya menghentikan gelitikan maut nya, mata gadis itu memicing menatap Safiyya dengan badan yang terkulai lemas, kepala tertunduk.   "Ayok bangun! Mandi, gak pake lama ya lo mandinya!" Peringat Safiyya karena Zarina kalau sudah di kamar mandi akan memakan waktu cukup lama.   Dengan berat hati Zarina turun dari tempat tidur mengambil handuk yang menggantung dan berjalan menuju kamar mandi.   "Bawel si Safiyya!" Ledek nya dan berlalu pergi keluar kamar.   Safiyya sudah biasa dengan semua u*****n Zarina begitu pun sebaliknya. Safiyya sudah rapih dengan pakaian Putih Abu nya dan sedikit memberikan bedak bayi pada wajah manisnya, berbeda dengan Zarina yang akan memoles wajah nya dengan bedak padat dan lipstik warna bibir.   Safiyya berjalan menuju meja makan ternyata sudah ada sang Ayah Abbas yang tengah sarapan di temani oleh Ibu nya Mira.   "Pagi Ayah, Ibu" sapa Safiyya begitu tiba di ruang makan dan mendudukan dirinya di atas kursi.   "Pagi sayang, mana Zarina?" Tanya Abbas yang tengah menyantap nasi goreng.   "Kaya nya baru beres mandi lagi rapih-rapih di kamar" jawab Safiyya seraya menyendokan nasi goreng di atas piring.   "Hari ini kamu tes untuk masuk Universitas?"   "Iya Yah, doain Fiya ya Ayah, Ibu. Biar Fiya bisa masuk Universitas Favorit" ucap nya dengan mata yang menatap Abbas dan Mira   "Ibu selalu mendoakan yang terbaik buat kamu dan juga Zarina" ujar Mira membuat kedua sudut bibir Safiyya terangkat.   "Pagi, Ayah, Ibu!" Sapa Zarina yang baru saja tiba di ruang makan   "Pagi sayang" jawab Abbas dan Mira membuat senyum indah terukir di wajah Zarina   "Kamu ikut tes juga Na?" Tanya Abbas pada Zarina yang tengah meminum s**u putih favoritnya.   "Aku gak ikut tes Yah, aku sadar otak ku gak akan sampai dan pasti ke tolak" ucap nya pesimis   "Loh, kok pesimis duluan. Jangan gitu dong kamu harus optimis, apapun hasil nya nanti yang penting kamu sudah berjuang" ucap Abbas agar Zarina tidak selalu pesimis dan merendahkan kemampuannya.   "Ayah selalu mendoakan yang terbaik untuk putri-putri Ayah" ucap Abbas. Dan itulah yang membuat Zarina betah dan nyaman berada di rumah ini karena dia merasa memiliki keluarga di sini. Dia bisa merasakan keluarga yang sesungguh nya ketika berada di rumah Safiyya.   Abbas dan Mira pun tidak pernah membedakan antara dirinya dan Safiyya, mereka memperlakukan keduanya dengan sama. Ketika Zarina salah Abbas dan Mira akan menasihati dirinya sama seperti mereka menasihati Safiyya, mereka pun akan mengomeli Zarina sama seperti pada Safiyya.   Zarina merasa beruntung sekali bisa bertemu dengan Safiyya dan menjadi bagian dari keluarga ini, karena hanya berada di sini dirinya bisa menemuka arti sebuah keluarga.   Berawal dari pertemuan keduanya ketika masih berada di Sekolah Dasar (SD), saat itu adalah hari terpuruk bagi Zarina karena telah kehilangan sosok sang Mama dirinya selalu termenung sendirian sampai akhir nya Safiyya datang dan menghibur Zarina, keduanya menjadi semakin dekat karena Zarina hanya memiliki satu teman yaitu Safiyya.   Mulai dari situ Zarina sering bermain dan berkunjung ke rumah Safiyya, hingga dia sering menginap di rumah Safiyya. Kedua orang tua Safiyya pun mengetahui cerita kehidupan Zarina yang dari meninggal dunia nya sang Mama dan kesibukan Papa Zarina pada perusahaan. Membuat Abbas dan Mira merasa iba akan gadis kecil itu.   Hingga saat dewasa sekarang ini Zarina lebih sering berada di rumah Safiyya di bandingkan dengan di rumahnya, padahal rumah Zarina begitu luas untuk dibandingkan dengan rumah Safiyya tentu berbeda jauh. Tetapi yang Zarina butuh kan adalah kehangatan dan kasih sayang dari sang Papa, kehangatan keluarga itulah yang Zarina butuhkan.   "Ya sudah, Ayah berangkat duluan sudah siang. Kalian berdua hati-hati di jalan, semangat untuk tes nya. Ayah berangkat. Asslamualaikum" pamit sang Ayah dan beranjak dari kursi nya. Di ikuti oleh Mira yang akan mengantarkan suaminya sampai depan rumah.   **

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
21.5K
bc

TERNODA

read
203.8K
bc

Kali kedua

read
222.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.3K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
195.6K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.6K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook