Part 6

610 Words
"Gimana kabarnya Rif, sudah mendingan?" Tanya mas Zamil pada Arif, banyak tetangga berdatangan silih berganti menjenguknya sepulang dari rumah sakit, ada yang membawa buah-buahan, bubur, cemilan dan ada juga yang memberinya amplop sebagai tanda simpatik dan sayangnya mereka sebagai bentuk perhatian antar tetangga yang berdampingan hidup di desa. Lastri sibuk menyiapkan minuman dan cemilan untuk para tamu yang berkunjung, bukan hanya bapak-bapak saja yang datang, ibu-ibupun berdatangan menjenguk Arif. "Las, katanya denger-denger suamimu kecelakaan gara-gara nyariin kamu yang main sampe sore belum pulang ... Emangnya kamu kemana apa gak bawa hp toh" Tanya bu RT saat rombongan ibu-ibu sedang ngobrol dengan Lastri dan nyemil makanan yang disediakan olehnya. Lastri tersenyum menanggapi pertanyaan bu RT, walopun dalam hatinya menggerutu sebal. "Itu bu, saya lagi ketemu teman mau bahas arisan tupperware, jadi lupa dan kebetulan hp saya lowbat jadi pas ada yang telpon tiba-tiba mati hapenya. Kan saya gak bawa charger hehehe" "Owh gitu ... " Bu RT dan sebagian ibu-ibu yang datang manggut-manggut dan ada yang berbisik pula dengan teman disebelahnya. Lastri melihat itu semua, hatinya mencelos ... Sedikit dia bisa mencuri dengar ada yang berbisik " Halaaah jangan-jangan ini cuma alasan dia padahal sebenarnya lagi sama pria lain, wong ada yang pernah mergokin mereka lagi makan bareng di warung kota kok" bisiknya sinis dan wanita disebelahnya menimpali " Sudahlah itu bukan urusan kita, biarkan mereka yang nylesein sendiri kita cukup jadi penonton ajah." "Iya sih cuma aku geregetan kasian loh suaminya dibohongi gitu, dasar gak punya akhlak. Jadi wanita kok plin plan" "Hush jangan gitu, udahlah diem aja jangan ngmng disini mbok ada yang denger terus nyampe ke lastri kan gak enak kita". Lastri menarik nafas dalam dan panjang. Andai saja dia bisa menghilang lewat pintu doraemon ... Ingin ke bulan atau ke bintang dan hibernasi disana selama beberapa purnama hingga orang disekelilingnya melupakan peristiwa saat ini. Namun dia tak bisa berbuat banyak kecuali menghela nafas panjang yang menyesakkan d**a, dengan begitu dia bisa mengurangi bebannya saat ini. Malam mulai larut, satu persatu para tamu undur diri. Para ibu sudang pulang lebih awal hanya bapak-bapaklah yang pulang belakangan. Mereka sangat antusias ngobrol kesana kemari dan bermain gaple sambil ngopi. Sebenernya kedatangan mereka sedikit mengganggu waktu istirahat Arif namun demikian Arif senang dikunjungi dan ditemani ngobrol sehingga sedikit melupakan rasa sakitnya. Begitu semua tamu sudah pulang Arif merasa sangat lelah dan langsung berbaring di sisi Lastri. Terlelap hingga pagi. "Sudah bangun pak, ayok sarapan dulu terus minum obatnya habis itu berjemur, lumayan biar dapat vitamin D gratis" Senyum Lastri mengembang dan membuat Arif langsung bergegas bangun dari tempat tidurnya. Kemudian membersihkan diri dan duduk di meja makan untuk menyantap sarapan pagi ini, telor balado, cah kangkung dan lalapan. Arif makan dengan lahapnya karena beberapa hari yang lalu dia hanya makan makanan rumah sakit yang rasanya hambar dan tidak enak, sudah sakit makanan gak cocok di lidah bikin gak betah berlama-lama disana. Lastri memperhatikan suaminya, hatinya trenyuh melihat suaminya makan dengan lahapnya. Aaaah andai saja dia bisa melupakan rasa cintanya pada Wira dan mencintai Arif seutuhnya ... Tapi untuk saat ini ia belum mampu melepaskan Wira, lelaki yang membuat hidupnya lebih berwarna meski ia tau Arif sangat mencintainya hatinya tak bisa dibohongi.Ia tau ini adalah dosa terindah dalam hidupnya ... Mencintai yang tidak seharusnya dicintai. Hatinya lelah, terkadang ingin memutuskan hubungan perselingkuhannya tapi setiap kali Wira memintanya datang menemuinya ia tak kuasa menolaknya sehingga lagi dan lagi jatuh dilembah dosa yang sama. Rintihan hati Lastri "Oh Tuhan ... mengapa semua yang dilarang olehmu begitu manis kurasakan. Sebenarnya akupun tak mau untuk menyakiti istri Wira jika sampai tahu ... apa yang akan terjadi besok biarlah terjadi besok, untuk saat ini biarlah aku merindunya".
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD