Renata masuk ke dalam rumah dengan mata sembap. Ia memilih langsung masuk ke dalam kamarnya ke timbang menyapa adiknya sebentar. Toh kedua adiknya sudah tahu ke datangannya dari suara pintu garasi yang terbuka. Sampai di dalam kamar, ia tidak langsung menyantap Takoyaki isi gurita yang tadi ia idamkan tadi. Ia lanjut menangis karena bertemu dengan suaminya. I miss you but I hate you. Kalimat itu mungkin cocok untuk menggambarkan suasan hati Renata. Ia merindukan suaminya itu, namun ia juga membenci suaminya itu. Ia mengelus perutnya yang besok genap berusia sembilan bulan. "Tadi udah ketemu sama Papa. Dedek senang?" tanya Renata di sela-sela tangisnya. Bayinya justru menendang. "Senang ya?" tanya Renata lagi. "Kamu kenapa setega itu denganku" ucap Renata seakan ia tengah berbicara dengan A

