Tiga Puluh Empat

1400 Words

Keesokan harinya. Dicka dan Fiona kini sedang bersiap-siap. Fiona sudah yakin bahwa ia ingin kembali kuliah. Ia sudah bosan berada di rumah terus. Apalagi ingatannya juga sudah kembali. “Sayang, kamu yakin mau berangkat kuliah?” “Iya sayang. Aku yakin banget.” “Tapi aku khawatir. Aku khawatir kamu kenapa-kenapa. Aku khawatir kamu digangguin sama orang lain.” “Udah sayang. kamu tenang aja. Aku nggak akan kenapa-kenapa. Kan ada temen aku Fisma. Please ya!!” Mohon Fiona dengan nada dimanja-manjain. “Heemm… ya udah deh.” “Terima kasih sayang.” Fiona mengecup bibir Dicka. “Sekarang pinter banget ya ngerayunya.” “Hehehe.” Mereka pun berangkat menuju kampus. Selama perjalanan tangan mereka saling menggenggam seperti tak ingin pernah terlepas. Akhirnya mereka pun sampai di kampus. Dan t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD