“Kamu mau menikah dengan Bang Hulwan?” “Hah!” Mataku melotot dan membulat sempurna saat mendengar Mamah melemparkan satu pertanyaan untuk Shasa, sebuah permintaan konyol yang sama sekali tidak bisa aku duga sebelumnya. Mamah meminta Shasa menikah denganku. Jadi, gadis pilihan yang mamah maksud itu Shasa? Permintaan gila macam apa yang sudah Mamah lontarkan tanpa berpikir panjang terlebih dahulu. Sedari siang aku di sini menemaninya, tapi tidak sepatah kata pun Mamah sampaikan padaku. Dia malah selalu membuang muka setiap kali aku mengucapkan maaf. Sekarang, tanpa persetujuanku dia langsung meminta pada Shasa agar mau menikah denganku. Tidak! Aku tidak mau hidupku berakhir tragis. Menikah adalah paling sakral dan tidak untuk dijadikan sebuah uji coba. Aku tidak ingin menikah dengan wan

