Bang Hulwan

2001 Words

“Sha ...Shasa ....” Aku terbangun mendengar suara Hana dengan telapak tangannya yang terus menepuk-nepuk pipiku. Pantaskah aku merasa kecewa karena sesuatu hal yang seharusnya tidak aku harapkan. Aku kecewa karena hal manis dan indah yang aku alami tadi ternyata hanya sebuah mimpi belaka. Mimpi yang sudah jelas tidak akan pernah menjadi kenyataan. Aku meraba bibirku dan seketika menunduk memperhatikan gundukan yang sempat merasakan diremas Bang Hulwan. Mimpi, tapi terasa begitu nyata saat jemari Bang Hulwan menangkup dadaku dan meremasnya perlahan. Bukan hanya itu Aku juga merasakan bibir Bang Hulwan begitu manis saat melumat bibirku berkali-kali, sembari merasakan sesuatu yang terasa begitu aneh menjalari badanku. Ada getaran aneh yang membuatku begitu saja mendesah. Mimpikah itu? Ken

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD