Semenjak Irvan kekantor Chika belum bangun sama sekali .
akhirnya pukul dua siang Irvan sudah sampai rumah dan langsung masuk ke kamar.
Irvan terkejut karena mendapati istrinya masih tertidur dari tadi ..sudah tiga jam Irvan pergi .
lama sekali tidur nya.
belum mandi lagi.
Irvan membangunkan istrinya yang terlelap.
"sayang bangun mas sudah pulang, kamu belum mandi ya dari tadi" ..
chika mulai membuka matanya dan mulai mengumpulkan nyawa ...
" mas sudah pulang, iya aku sangat lelah mas makanya belum mandi sampai sekarang,,bau ya mas" ujar Chika..
Irvan tersenyum dan bilang " iya bau mau mas mandikan..!?? tawar Irvan..
"enggak yang ada gak mandi-mandi nanti, mas tetap disini aku masuk sendiri" berjalan menuju kamar mandi .
Irvan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sang istri kesayangan nya.
selang beberapa menit Chika memanggil dari dalam " mas ambilin aku handuk lupa tadi bawanya" teriak Chika dari kamar mandi.
"iya sebentar sayang" sambil menyerahkan handuk pada Chika.
Chika keluar setelah melilitkan handuknya sampai d**a.
Irvan yang melihat menelan salivah nya.
bagaimana tidak handuk ya dipakan Chika sangat tidak menutupi Sepenuhnya area sensitifnya..
" mau goda mas ini ceritanya" ujar Irvan dengan suara parau .
Chika diam di tempat dan menatap tajam suaminya " enak aja aku mau ganti baju, udah ah sana mas mandi bau" ujar Chika dengan wajah kesal.
Irvan tertawa melihat Chika sangat imut kalah lagi kesal.
Chika langsung menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya .
******
pagi harinya...
hari ini Chika tidak masak cuma menyiapkan sarapan aja roti panggang dengan selai kacang ditambah kopi untuk Irvan dan s**u untuk dirinya sendiri .
sambil menikmati sarapan, pagi mereka berdua duduk di teras rumah.
Irvan sudah rapi menuju kantor.
Chika hari ini dirumah saja karena lelah untuk kemana-mana.
*****
lima bulan berlalu
tak terasa kandungan Chika sudah memasuki usia sembilan bulan..
perkiraan sepuluh hari lagi akan melahirkan.
Chika dan Irvan tidak sabar menunggu kelahiran bayi mereka.
semua perlengkapan sudah tersedia tinggal menunggu debayi kapan akan keluar .
" mas aku hari ini kerumah mama ya aku rindu sama papa mama"ujar Chika..
" iya gak apa-apa nanti mas antar sekalian ke kantor, pulang dari kantor mas susul kamu kerumah mama ya"...
Irvan mencium kening Chika ....
Chika mengangguk-angguk setuju dengan ucapan suaminya.
****
"assalamualaikum ma pa Chika rindu" ujar Chika memeluk mama dan papanya bergantian .
maklum dia manja karena anak tunggal perempuan lagi, pasti sangat dimanjakan oleh kedua orang tuanya..
"waalaikumsalam sayang" mama papa juga rindu kamu, waduh udah besar aja ni perut kamu Chik, mama jadi gak sabar pengen gendong cucu mama" ujar mama mengelus perut sang anak.
" iya ma, perkiraan Minggu depan sih. bisa cepat bisa mundur" Chika langsung duduk di ruang tamu..
"ma maaf ya mas Irvan gak bisa mampir karena ada meeting dadakan jadi harus cepat-cepat kekantor deh..tapi nanti kami nginap disini kok pa ma" Chika menjelaskan.
" iya sayang, gak masalah lagian papa juga tau kesibukan Irvan dikantor apa lagi dia CEO kamu tau lah sibuk nya suamimu itu .
" ujar papa .
" hehehehe iya pa, tapi kadang aku merasa terabaikan oleh kesibukan dia.." Chika memanyunkan bibirnya .
mama hanya menggeleng " gak boleh gitu sayang, kan uangnya juga untuk kamu...kamu harus berbakti pada suami supaya pekerjaan dan rezekinya lancar juga"......
" hehehe iya ma, Chika akan selalu berbakti pada mas Irvan" sambil memeluk sang mama .
chika tengah tiduran dikamar yang sudah lama ia tinggalkan terakhir kesini waktu kandungan nya 3 bulan..
baru sekarang dia sempat kerumah karena kesibukan Irvan dikantor membuat Chika malas kemana-mana.
dia disibukan dengan memasak, karena Chika sangat hobi masak saat sedang hamil mungkin bawaan bayi kali ya...
akhirnya Chika tertidur karena lelah, dua jam Chika tidur akhirnya dibangunkan karena perutnya terasa sangat mulas, jadi Chika berlari ke dalam kamar mandi..
sudah sepuluh kali ke kamar mandi, tapi mulasnya semakin menjadi..
' apa aku akan melahirkan, ya tuhan sakit sekali' Chika sekarang sudah lemas karena bolak balik ke kamar mandi tapi tidak ada yang dikeluarkan oleh perutnya..
"sayang, kamu sudah bangun nak" teriak mama dari luar .
Chika tidak menjawab karena masih berada di kamar mandi akhirnya mama masuk ternyata pintu tidak dikunci .
mama melihat sekeliling tapi tak ada Chika disnaa, ' kemana dia' mama bergumam..
akhirnya Chika keluar dengan wajah lelah dan perutnya semakin sakit..
"ma, seperti nya Chika mau lahiran sudah sepuluh kali Chika ke kamar mandi menahan sakit perut tapi tak ad ayang keluar.." ujar Chika..
" ya udah sayang ayo kit akerukah sakit nanti mama kabari Irvan dan papa," mama memopong anaknya kelantai bawah dan memanggil asisten rumah tangga untuk membantu Chika masuk ke mobil...
mobil Chika segera menuju ruang sakit sedangkan Irvan dia sedang berada di luar kantor untuk makan siang, irvan dikagetkan oleh telpon dari rumah mengatakan Chika akan melahirkan .. dengan cepat Irvan menuju rumah sakit dimana Chika melahirkan...
wajah irvan terlihat sangat kawatir .
berlari di lorong rumah sakit agar cepat sampai di ruang persalinan..
akhirnya Irvan masuk dengan tergesa dan menenangkan sang istri .
Chika merasa kan sakit yang luar biasa, karena dorongan dari dalam Chika tampak mengejan beberapa kali .
tapi si dedek bayi belum mau keluar .
mungkin menunggu papanya untuk membujuknya keluar..
ada-ada aja ya dibayi ini....
" terus sayang, kamu pasti kuat " ujar Irvan .
" terus Bu, sedikit lagi kepala nya sudah nampak" ujar dokter..
dengan susah payah Chika mengejan akhirnya terdengar suara tangisan bayi .
"Alhamdulillah sayang,,, makasih ya kamu melahirkan anak yang sangat tampan" ujar Irvan dengan tangis bahagia nya..
Chika mengangguk dan ikut menangis terharu karena dia sudah menjadi istri seutuhnya..
sudah menjadi ibu seutuhnya juga..
****
kebahagiaan mereka sekarang lengkap sudah ada seorang putra yang sangat tampan.
tentunya Irvan melengkapi semua keperluan sang anak..termasuk kamar anak Irvan ingin sekali memanjakan putranya itu..
ya tak heran sih namanya juga anak pertama dan orang tuanya serba berkecukupan.
pasti ingin yang terbaik untuk anaknya.
Chika hanya tersenyum melihat sang suami mengendong anaknya sampai tertidur, mereka sengaja tidak menyewa baby sitter karena Chika ingin anak nya selalu dekat dengan dia dan irvan tidak tergantung dengan orang lain nantinya..
jadi mereka sepaka merawat bersama.