Membahas Perjodohan
Teriknya matahari membuat gadis cantik itu kepanasan keluar dari mobil nya .
siapa lagi kalau bukan Chika Anindya Pratama nama Pratama diambil dari nama ayahnya Ilham Pratama.
Dengan wajah lelah Chika memasuki apartemen nya..
'Huft lelah sekali, ingin rasanya berendam untuk menghilangkan rasa penat. '
Chika bergumam dalam hati .
Tak lama Chika langsung duduk didepan meja riasnya sambil bermain handphone.
" Halo Chik, kamu sudah pulang dari kantor nak..??ini papa kamu jantungnya kambuh lagi, kapan kamu akan pulang ke Indonesia nak, kami menunggu kamu."
suara mamanya di sebrang sana.
" Trus keadaan papa bagaimana ma, akan Chika usahakan balik ke Indonesia secepatnya."
" Papa sekarang sedang istirahat Chik, mama sudah bawa kerumah sakit, Alhamdulillah papa bisa pulih lagi..papa katanya rindu sama anak satu-satunya..!!!
Mereka sibuk bercanda gurau selama dua jam lebih, akhirnya obrolan pun berakhir...
Jakarta
" Aduh pa, gimana kalau anak kita tidak mau dijodohkan dengan Irvan, memang sih duda tapi dia tampan, baik dan perfect deh mama akui." kecemasan Mama Nita.
" Mama tenang saja, jika dia menolak kita harus atur strategi yang bagus, agar Chika menerima perjodohan ini, papa berharap Chika tidak menolak. selain Irvan anak teman papa dia cukup kompoten dalam bekerja...jadi mama tenang aja serahkan semuanya pada papa." pa Ilham menaikan alisnya...
***
Seminggu berlalu akhirnya Chika memutuskan untuk pulang ke negeri tercintanya dimana dia dilahirkan, sejak umur 17 tahun Chika sudah terbang ke negeri seberang untuk melanjutkan kuliah nya di new York...
Setelah lulus Chika langsung memimpin perusahaan ayahnya disana...
Chika duduk manis didalam taxi yang dia boking dari aplikasi.
sekarang tujuan nya ke istananya yang super super nyaman..
kamar yang luas dan kasur yang empuk yang dia tinggalkan demi mencapai cita-cita nya...empat tahun Chika meninggalkan semuanya termasuk sahabatnya di Indonesia...
Berselang satu jam akhirnya taxi mendarat didepan rumahnya, Chika langsung masuk ke rumahnya betapa terkejutnya mama dan papa nya melihat putri satu-satunya ada dirumah ...
Sungguh kejutan diluar dugaan nya, tapi mata Chika beralih menatap ke pria yang juga menatap nya dengan tatapan dingin .
Chika agak sedikit risih sebenarnya, tapi Chika pura-pura biasa saja dan Langsung memeluk papa dan mamanya. tentu melepas kerinduan selama ini dia pendam ....hangat ...!!!! itu yang dirasakan Chika saat ini...
" Ok Chika, langsung ke intinya saja ya..kenalkan ini Irvan anak teman papa calon suami kamu ." papa Ilham bicara dengan tegas
" What ,,,!?? maksud papa apa, aku baru pulang loh pa, jauh-jauh dari new York terbang kesini sangat melelahkan...jadi papa jangan becanda deh,,,mama papa ni ma." !!! minta pembelaan dari sang mama...
" sayang ,,,papa benar kami sudah berniat dari dulu nak, memang umur kalian beda jauh nak Irvan sudah 35 kamu baru 21, tapi mama yakin kalian serasi dan sangat cocok." ujar mama.
"hemmm....(Irvan berdehem)... ok kenalkan saya Muhammad Irvan calon suamimu , saya seorang duda istri saya dulu meninggal seminggu setelah pernikahan kami..mengapa saya mengatakan ini, karena saya tidak mau kamu kaget nantinya." Irvan langsung memasang wajah datarnya..
'What duda..!!!apa papa dan mama gak salah ini ya, jangan bilang ini akal-akalan mama papa biar aku balik dari new york' tapi hanya dalam hati...
"Aku masih kecil om.....belum sempat Chika meneruskan ucapannya papanya langsung memotong ucapnnya..
"Namanya Irvan, dia bukan om kamu" tatapan papa membunuh membuat Chika terdiam...
Semua terlihat diam ...
Chika tidak berani bicara sedikitpun karena dapat cubitan kecil dari sang mama, padahal Chika ingin memprotes ucapan laki-laki es batu itu .
Tapi apalah dayanya hanya bisa diam saja .
***
Malam pun tiba..
didalam kamar Chika...
" Ma, apa mama dan papa gak salah menjodohkan aku dengan om-om duda itu, Chika cantik Lo ma, masih banyak pria lajang diluar sana yang mau dengan chika " Chika memanyunkan bibirnya. .
"Sssttt....diam kamu nak, memang umur kalian terpaut cukup jauh tapi Irvan itu sangat tampan...dia baik untuk kamu . pokoknya kamu harus terima ,, gak kasihan sama papa hah... penyakit papa kamu belum sembuh total ya Chik, bisa saja sewaktu......." belum sempat mama Nita meneruskan ucapannya. .
Chika sudah menutup mulut mamanya.
" Jangan ngomong yang enggak enggak deh ma, papa pasti bisa sembuh, jadi ini demi papa ya ma" wajah Chika melemes
" Betul, itu kan kamu pintar ." mama langsung memeluk Chika.
***
Irvan tengah menikmati minumannya di sebuah cafe ...
masih terngiang-ngiang ucapan papi dan maminya kemaren, dijodohkan dengan anak temannya papi..
Flashback
"van, kamu harus segera menikah..umurmu tak muda lagi mau sampai kapan kamu menduda nak, kamu juga butuh wanita yang menunggu kamu pulang kerja, ada disaat kamu lelah" ujar papi ..
" Irvan tau pi. aku juga lagi mencari yang cocok Pi tapi belum ketemu, nanti kalau sudah ada akan aku kenalkan sama papi mami.." Irvan hanya mengelak pertanyaan dari sang ayah.
" Gak perlu kamu cari nak, kami sudah menemukan yang tepat untukmu. masih gadis cantik dan pekerja keras lagi, dia CEO termuda di perusahaan new York.." ujar mami..
Irvan terdiam , pasti dia sibuk dengan pekerjaan nya tidak mementingkan suaminya.. walaupun aku nanti menikah aku tetap ingin istriku tetap dirumah melayani suaminya ..
itu yang ada di benak Irvan saat ini .
" Aku gak mau mi, pasti wanita itu sangat sibuk nantinya..mami mau anak mami satu-satunya kurus tak terurus .?""
" Enak aja kamu, dia itu pintar segalanya kan di negara sana dia tinggal sendiri .jadi mau tak mau dia harus pandai masak." ucap mami membela .
Irvan tidak mau mengecewakan kedua orang tuanya..
dia pasti menuruti keinginan mereka .
karena Irvan mencintai kedua orangtuanya..
Dia berfikir sampai kapan menduda, benar kata papinya sih .apa salahnya dicoba mana tau ini jodoh terakhir nya .
" Ok, terserah papi mami aja. aku gak masalah.. takutnya nanti si wanita itu menolakku karena status ku duda" ...
" Kan kamu belum punya anak, gak masalah donk" mami bersikekeh..
***
Flashback off
" Woiii.. melamun aja loh"...
Andi membuyarkan lamunan sahabat nya itu...
Irvan tampak kaget dan langsung tersenyum .
" Bikin kaget aja Lo ndi,,, gue bentar lagi mau nikah."
" Serius..." Andi membelalakkan matanya.
" Iya gue serius, doain ya semoga lancar"..
Andi mendengar nya sangat antusias, dia pikir rumor yang beredar dikantor selama ini benar kalau sahabat nya itu menyukai lawan jenis semenjak ditinggal istrinya..
tapi mereka salah sahabat nya itu sebentar lagi mau kawin eh nikah maksudnya..
" Kok bisa, wanita mana yang kepincut sama Lo hah" .
" Gue dijodohin bokap sama anak sahabatnya pak Ilham Pratama pemilik saham terbesar diperusahaan kita. "
Andi langsung terkejut mendengar nya..
" Tunggu-tunggu bukannya anak pak Ilham lagi diluar negeri ya, dan bekerja disana"...Andi mengingat-ingat obrolannya dengan pak Ilham Minggu lalu .
" Iya juga ya, mungkin dia pulang kesini, eh Lo tau wajahnya gak ..gue gak sempat lihat fotonya"...Irvan berharap ada foto wanit ayang akan dijodohkan dengannya itu ..
" Gak tau lah, gue mana ada .. langsung minta bokap Lo Sanah ." ujar Andi
tapi sayang Andi tak tau mana anak pak Ilham itu...
" Enak aja Lo, gengsi lah...""..
Akhirnya mereka menikmati minuman nya . ...
***
Di restoran terkenal Chika menikmati makan Indonesia dengan dua sahabat nya anna dan araa...
" Gue kangen banget tau gak Chik sama Lo" ujar Anna..
"Sama...."ara langsung memeluk Anna dan chika .
Chika hanya tersenyum karena dua sahabatnya itu sangat baik..mereka berteman sejak kelas satu SMP...
Sampai akhirnya Chika memilih kuliah diluar negeri dan meninggalkan kedua sahabatnya itu..tentu mereka sangat sedih..
Tapi akhirnya sekarang Chika sudah berada disini lagi..
" Guys ...gue mau nikah..." tiba semua diam mendengar ucapan Chika...
" Serius....." araa dan Anna kompak..
Tentu mereka sangat kaget, karena r tahun Chika pergi eh pas datang ngomong nikah..
" Dengan Kelvin ya..." araa bertanya..
Chika memutar bola matanya dengan malas...
sahabatnya lupa kalo ya si Kelvin sudah berkhianat, dan Chika mencampakkannya ...mana ada istilah barang rongsokan di ambil kembali .
" Enggaklah, najis amat gue jilat ludah sendiri..gue dijodohin bokap nyokap sama om duda"...sekilas Chika melirik teman-teman nya itu..
pasti mereka akan terkejut bukan..
" Lo serius, ,, sahabat gue yang paling cantik ini mau menikah dengan om om" araa terkekeh...
" Lo yakin Chik, kan bisa nolak..." Anna menimpali...
Chika tersenyum pada sahabatnya,,,,
dalam fikiran mereka pasti bisa dong menentukan calon suami ku .
tapi sayang takdir tak berpihak kepadaku, lagian tu om om mau aja di jodohin..
apa setelah kepergian istrinya dia gak pernah pacaran, mustahil rasanya..
.
tapi kasihan juga ya dia, ditinggalkan istribselama lima tahun .rindu pada orang yang telah meninggal..
" Lo mau bokap gue masuk rumah sakit hah, papa sudah delapan tahun sakit serangan jantung..sampai sekarang ini setiap dua kali sebulan papa cek up . gue sebagai anak gak mau menambah beban pikiran beliau.. jadi gue sudah beri keputusan akan menerima om duda itu, kalau kalian lihat pasti kagum deh gue yakin..." tanpa sadar Chika membanggakan calon suaminya walau pun terlihat dingin tapi Irvan tak buruk juga bersanding dengannya...
" Jadi lo sudah jatuh cinta ni, pakai belain dia lagi. ok gur setuju asal Lo bahagia...cinta pasti datang dengan sendirinya..." ujar araa..
***
Pagi-pagi sekali handphone Chika berdering....
dilihatnya ternyata nomor tak dikenal.
Chika agak ragu untuk mengangkat nya...
tapi jiwa penasaran nya memberonta-ronta..
" Hallo, saya Irvan bisa ketemu besok malam di cafe xxxxxx" .
terdengar suara berat laki-laki dewasa .
ya itu calon suaminya, dari mana pria itu dapat nomor handphone nya .
pasti dari papa lah ya....
"oh ya, akan saya usahakan..."
Baru mau bertanya telepon sudah dimatikan secara sepihak.
kaku banget ni si duda.
untung ganteng pikiran Chika berkelana...
Pagi tiba...
"Nak, dua hari lagi kita akan makan malam bersama keluarga Irvan..kamu dandan yang cantik ya .kita kesalon ya." ujar mama..
Aku dengan malas menyantap sarapan didepan ku..
"Anak mama ini sudah cantik, hanya perlu sedikit polesan aku sudah sangat cantik mah..." ujarku membela diri..
Papa tertawa melihat kelakuan sang putri.
mereka menikmati sarapan tersebut....
Chika tengah sibuk mencari dress yang pas untuk acara makan malam, secara Chika sangat memperdulikan penampilan nya.
Matanya tertuju pad dress warna maron, mungkin akan terlihat sempurna aku pakai ..
wkwkwk...
Chika terkekeh sendiri kenapa dia yang repot-repot menyiapkan penampilan nya untuk bertemu dengan si duda keren itu....
"Ma, aku mau kesalon dulu ya" Chika berlalu ke luar..
Mama berteriak dari dapur yang sedang membantu bi Yanti memasak...
" Iya nak, hati-hati jangan ngebut" ...
" Ok ma".....
Salon....
Chika menikmati pelayanan salon itu, mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut semua sudah terlihat lebih halus ....
Tiba malam yang ditunggu Chika dan juga Irvan tentunya.
mereka ingin bertemu sebelum pertemuan keluarga, berharap Irvan membatalkan perjodohan ini....
*****
Setengah jam lebih Chika menunggu tapi dia tidak bosan, Chika tengah berkutik dengan laptopnya menyelesaikan kerja online yang ia tinggal selama seminggu ini...
tok...tok..
suara sepatu menggema di ruangan VIP itu .
" Maaf saya terlambat"
Suara Barito yang menghentikan Chika bekerja sambil menatap ke yang punya.
Siapa lagi kalau bukan irvan ...
" Ya, gak masalah ." Chika tersenyum canggung....
" Ok kamu sudah pesan,,," Irvan bertanya.
Hmm...." belum, tadi baru pesan minuman. " ujar Chika..
Tak lama pelayan datang...
Hidangan sudah tersaji didepan mata mereka .
dari tadi tanpa disadari Irvan tengah melirik Chika yang menurutnya sangat cantik malam ini .
dia tersenyum tapi tidak terlihat sama sekali oleh Chika.
" Ok, saya mengundang kamu makan malam tentu ingin membahas perjodohan kita, jika kamu ingin menolak bisa dari sekarang sebelum terlanjur orang tua kita menyiapkan acara, jangan ada paksaan setelah menikah nanti, saya tidak mau mempermainkan pernikahan karena itu dosa"...Irvan serius menatap Chika...
Chika tersenyum dan terus menggeleng..
" Aku gak mau mengecewakan mereka, jika pilihan papa mama adalah om, pasti itu yang terbaik"...
" Saya bukan om kamu..."ujar Irvan menatap Chika tajam..
"Maaf....."
Mereka terus menikmati makan malamnya..
" Berarti kamu tidak keberatan kita menikah,
dan setelah menikah kamu ikut aku disini, saya tidak mengizinkan kamu untuk bekerja .tugasmu hanya dirumah dan melayani saya saja, mengerti...!!!"
Chika memanyunkan bibirnya " belum juga jadi suami sudah posesif .." Cika bergumam...
" Saya masih bisa mendengar ucapan kamu barusan, " Irvan langsung menatap tajam istrinya itu...
" Maka dari itu belajar lah mencintai saya" kata yang terlontar dari mulut irvan.
Sebenarnya sejak Padangan pertama Irvan sudah menyimpan rasa pada Chika, yang dinilainya cukup berani dan tangguh .
bonusnya cantik lagi .
Memang benar tingginya yang mencapai 170 cm dengan tubuh bisa dibilang sempurna ya .
mata besar bulu mata lentik hidung mancung dan bibir tipis sangat seksi menurut Irvan..
dan tak lupa body yang dibilang bak gitar spanyol itu....
Tapi Irvan tidak menilai secara langsung karena gengsi yang dimiliki nya tak mampu bicara langsung..
ya itulah dia laki-laki yang tampan bisa dibilang tidak pernah melirik wanita manapun selain mediang istrinya.
" Jangan cuma saya om eh...mas ..kamu juga harus belajar..."
" Pasti, kita sama-sama belajar untuk melengkapi kekurangan kamu yang bisa dibilang sedikit buruk..." Irvan sambil terkekeh pelan .
Chika melototkan matanya..' enak saja, apanya yang buruk..semua terlihat baik-baik saja, mata om saja yang rabun."...
" Panggil mas saja, wajah saya tak terlalu tua untuk kamu panggil om .." Irvan menimpali...
Chika hanya cemburut dari tadi, karena dia tak terima ucapan laki-laki yang berada didepannya ini, enak saja bilang sikap ku sedikit buruk. emang dia sempurna apa...
Irvan hanya bisa mengulum senyumnya, dan jantungnya berdebar ketika melihat gadis didepannya cemberut sangat gemes pengen cium eh cubit maksudnya .
heheheh....
***
" Assalamualaikum ira, maaf telat tadi macet dijalan, sudah lama ya" mama sambil cipika cipi dengan Tante Ira maminya Irvan..
" Baru juga setengah jam" om Samsul bicara .
" Ya Tuhan, ini Chika cantik banget kamu sekarang nak..Tante jadi pangling lihat kamu sangat berbeda sebelum kamu ke new York" Tante Ira memeluk Chika....
Cika hanya tersenyum mendengar ucapan calon mertuanya.
Irvan sangat fokus menatap clsin istrinya, yang sangat cantik menurutnya.
" Samsul akhirnya kita bisa jadi besan, setelah keinginan kita untuk menjodoh
kan anak kita sebentar lagi terwujud Lo. " ujar papa .
Om Samsul tersenyum " iya ham, saya sangat bahagia ketika putri kamu bersedia menerima perjodohan ini, secara anak saya sudah duda... anak kamu memang baik, selain cantik dan juga pekerja keras ya tentunya. " hahahaha
...
Papa dan om Samsul terus mengobrol.
dilain tempat Irvan mengajak Chika keluar, ingin memulai pendekatan mereka
....
" Kamu kalau di new York sama siapa, hanya seorang diri memimpin perusahaan." Irvan bertanya ..
" Aku disana sama asisten aku, kebetulan masih orang Indonesia kepercayaan mama dan papa waktu disini, Sekarang dia yang gantiin aku Disana...tapi aku tinggal terpisah dengan dia, aku pengen hidup mandiri... karena nantinya akan berguna setelah aku menikah.."
Irvan sangat takjub mendengar jawaban dari Chika..
tapi Irvan masih ragu apakah pergaulan Chika disana bebas...
" Kamu tenang aja, aku tidak mengikuti huru hara disana..untuk merawat diri aja aku gak sempat karena sibuk bekerja ... Apalagi ikut pergaulan mereka..."
Seperti mendengar ucapan didalam hati Irvan .Chika gak mau dinilai buruk oleh calon suaminya.
Chika masih menjaga agama dan martabatnya disana.
" Oiya apakah kamu memiliki pacar,,,!???pertanyaan itu lolos dari mulut irvan ..
Lama akan dijawab oleh chika karena mengingat mantannya rasa sakit itu datang kembali...bagaimana tidak Chika melihat rekaman dimana mantannya Kelvin mencium p*****r yang ada di diskotik, dan lebih parah lagi mereka melakukan adegan dewasa itu ditempat umum..sungguh memalukan sekali..
" Sku sudah memutuskan hubungan kami 4 tahun yang lalu sebelum aku kuliah" Chika menatap nanar ...
Irvan tampak mengangguk , ada kesedihan yang mendalam dari mata Chika..pasti masalahnya sangat besar dan rumit...
****
" Jadi gimana Nita, kapan tanggal pernikahan anak kita" Tante Ira bertanya .
" Secepatnya lebih bagus Ira, aku jadi gak sabar mengendong cucu kita.." kekehan mama terdengar sangat geli ditelinga Chika..
Irvan hanya tersenyum mendengar calon mertuanya bicara.
" Dua Minggu lagi kalian akan menikah, tentang persiapan WO dan segala macamnya serahkan pada para ibuk-ibuk" om Samsul bicara
.
" Betul ." jawab mama dan Tante Ira barengan ..
Aku dan om Irvan mengangguk tanda setuju .
...
Malam sangat melelahkan, sampai dirumah Chika langsung merebahkan tubuhnya di kasur king size nya .
Tiba-tiba ponsel bergetar, tanda notifikasi masuk ..
ternyata watshap dari om duda..
ya Chika menyimpan nama om duda di handphone nya. .
" Besok kita fitting baju pengantin, bersiaplah jam satu siang akan ku jemput"....
Chika membalas pesan dengan singkat
" ok"...
Sebentar lagi Chika bakalan jadi istri kerjanya melayani suami dan kebutuhan suaminya, itu artinya Chika sangat sibuk ..gimana dengan status nya CEO di new York.
apa Irvan bersedia pindah kesana .
aduh Chika belum sempat memikirkan semua itu .
' Aku harus membahas nya dengan om Irvan '...
****
Chika telah berada dalam mobil Irvan, sesekali melirik ke arah Irvan, ingin menanyakan yang semalam dia pikirkan..tapi tidak enak hati untuk bertanya..
" Om...eh mas,,, setelah menikah nanti apa mas bersedia ikut saya ke luar negeri" ...
Irvan menaikan alisnya .." kepala keluarga nya aku bukan kamu, jadi aku harap kamu resain dari pekerjaan kamu, aku masih sanggup membiayai kamu Chika. tidak ada kata-kata keluar negeri kamu dan aku tinggal disini dirumahku"...
Chika melongo mendengar jawaban Irvan, apa dia akan resain dan tinggal di Indonesia..
" Tapi mas....." belum sempat Chika bicara Irvan telah menekan rem. itu membuat Chika kaget ..
" kan saya sudah pernah bilang, jika kamu gak setuju kamu batalkan saja pernikahan ini"...
.
terlihat kekecewaan Dimata lelaki itu, Chika tidak enak hati untuk meneruskan ucapannya....
Tiba di butik mereka sama-sama terdiam..
dan akhirnya sang pelayan datang .
" Nona Chika, dipersilakan melihat rancangan kami, tadi buk Ita sudah menelfon katanya nona datang hari ini" ...ucap pelayan butik..
Chika mengikuti langkah pelayan itu, sedang kan Irvan duduk sambil memainkan ponselnya .
tak berselang lama Chika keluar memakai gaun putih panjang, tanpa lengan dan memperlihatkan gunung kembar disana, sangat terbuka menurut Irvan..
Irvan melongo menatap calon istrinya itu, sangat seksi bukan
tapi Irvan tidak mau orang lain melihat tubuh istri seksinya itu ..
" Gak cocok ganti. " ujar Irvan..
Chika memanyunkan bibirnya " ini bagus Lo mas, lihat deh bagian pinggangnya pas aku suka" dengan memutar badannya melihat ke arah Irvan .
Chika tak tau saja gimana Irvan menahan nafsunya melihat pemandangan indah didepan matanya ..
...
" Terlalu terbuka untukmu Chika, ganti yang ada lengannya ."
Chika menghentakkan kakinya lalu masuk ke ruang ganti .dan kini gaun yang dipakai Chika tak kalah cantiknya dengan gaun yang tadi...
Dengan lengan panjang dibagisn d**a cukup sopan menurut Irvan,,, pilihannya jatuh kepada gaun yang kedua ..
Chika hanya menuruti saja kemauan calon suaminya itu ..
Gantian sekarang giliran Irvan mencoba baju nya..
Chika melongo menatap suaminya itu, sangat tampan, jas warna putih sangat cocok melekat ditubuh sang calon..
Chika tersenyum dan langsung memberikan jempol " cocok, ambil yang itu aja" ....
" Ok calon istriku, " ..
Chika sangat malu mendengar Irvan menyebutnya calon istri didepan para pelayan butik .