Tak terasa dua hari lagi Chika akan menyandang status sebagai istri..
Chika tengah menyibukan diri dirumah, dan didatangi oleh salon tekenal...mereka bertugas mempercantik calon manten sebelum hari pernikahannya .
Chika sudah seminggu lebih tidak bertemu dengan Irvan, telponan juga tidak pernah..
Mungkin karena kesibukan Irvan sebagai CEO , jadi harus menyelesaikan tugasnya tepat waktu sebelum hari pernikahannya.
" Ma, aku boleh keluar bentar gak...mau ketemu araa dan Anna ma"...Chika bergelut manja ditnagam mamanya.
" No no no... tidak boleh keluar Chik, kan kamu sebentar lagi mau nikah, famali bepergian ..." Mama masih mengingat ajaran dari kakek dan nenek Chika...
" Bentar doang ma, cuma makan terus belanja pulang deh, ya ma ya ,..." Chika memohon...
Mamanya mulai luluh dan memberi izin pada Chika ..
Belum sempat sampe mall yang dituju, Chika sangat dibuat kesal pada mobil yang mepet-mepet dari tadi disebelahnya. akhirnya Chika berhenti dan memaki-maku yang berada di mobil sport hitam disampingnya itu .
Chika tak tahu bahaya menghampiri nya, dari belakang seseorang baju hitam langsung membekap mulutnya, dan akhirnya Chika pingsan..
Chika dibawa ke gudang yang jauh dari penduduk, Chika diikat dengan tali dalam keadaan duduk Chika masih terkulai lemah karena efek bius tadi....
Langkah kaki mulai mendekatinya, dan sambil tersenyum pada Chika..
siapa lagi kalau bukan Kelvin mantan pacarnya...
Yang dulu ingin menikahi Chika setelah Chika tamat kuliah, tapi apa nyatanya Chika memilih pria lain setelah tamat...
Kelvin ingin memiliki Chika seutuhnya, bagaimanapun caranya kalau tidak bisa diminta baik-baik... Dia akan coba memperkosa terlebih dahulu .
Memang egois bukan, Dia yang selingkuh yang main dengan wanita-wanita jalang di club', malah dia yang tak tau diri ingin memiliki hati Chika lagi....
" Akhirnya kamu bangun sayang, Aku sudah membawa penghulu...bentar lagi kamu akan dirias...kita akan segera menikah jangan kabur lagi ya"...senyuman Kelvin menakutkan...
"Lebih baik aku mati jika menikah dengan maniak kayak kamu bodoh"..Chika dengan emosi meludahi Kelvin ..
Kelvin menyeringai dan mulai mendekati Chika , Kelvin berniat menarik pakaiannya agar terlepas...
Tapi tangan itu belum sempat menyentuh bahunya Chika, Kelvin sudah tumbang ke depan .Chika melihat wajah Irvan dengan penuh kebencian menatap Kelvin, berkali-kali Irvan menendang perut d**a dan kaki Kelvin, akhirnya Kelvin tak sadarkan diri...
Mata Chika berkaca-kaca setelah tali ikatannya dilepas oleh Irvan, Chika langsung menangis dan memeluk tubuh calon suaminya itu, ada rasa senang dihatinya karena datang tepat waktu, sebelum Kelvin menodainya....
flashback on
'Tunggu itu bukannya Chika, ngapain marah-marah dijalanan' Irvan bergumam..
Irvan berencana turun dari mobilnya, betapa terkejutnya Irvan melihat Chika dibawa oleh mobil hitam menjauh dari sana, Irvan langsung mengikuti mobil tersebut dan menghubungi orang suruhannya untuk menyusul...
Mobil hitam itu berhenti pada bangunan yang menurut Irvan telah lama tinggal, kekhawatirannya mulai terlihat, karena yang dibawa adalah calon istrinya..
mau ngapain ditempat yang sepi...
Orang suruhan Irvan baru datang dan menghajar komplotan penculikan Chika..
akhirnya preman itu pada tumbang, dan Irvan langsung masuk kedalam Dimana Chika di Sandra...
Irvan langsung memukul kepala orang yang mencoba melechkan calon istrinya itu, akhirnya Kelvin tumbang...
flashback off
"Jangan menangis, Aku ada disini bersamamu...ayok pulang..." mereka berjalan masuk ke mobil..
Didalam mobil Chika masih sesegukan, akhirnya dia tertidur ...mungkin karena capek di sekap dalam gudang tadi.
Irvan melihat calon istrinya tertidur, untung dia datang tepat waktu, kalau tidak mungkin saja Chika sudah dilecehkan oleh preman itu..
Irvan gak taiu saja kalau preman tadi adalah mantan pacar Chika...
Menempuh waktu 2 jam untuk sampai dirumah,,, Chika masih terlelap..Irvan mencoba membangunkan nya tetapi Chika tidak merespon akhirnya Irvan mengendong tubuh calon istrinya itu ..
Didepan pintu mama dan papa terkejut melihat anak gadisnya tidur dalam gendongan calon mantunya...
" Om Tante, dimana kamar Chika" Irvan bertanya...
" Dilantai tiga nak, Ayuk Tante antar..ada apa ini Chika"..ujar mama..
" Nanti Irvan jelaskan semuanya om Tan"....
****
Irvan menceritakan kejadian semuanya dan akhirnya pak Ilham menelpon orang suruhannya untuk membunuh Kelvin dan bikin keluarganya menderita karena menggangu anak semata wayangnya itu .
'Lebih kejam dari aku ternyata ' ucap Irvan dalam hati..
Tapi wajar saja sih,, ayah mana yang mau melihat anak nya disakiti..
Berselang lima belas menit Chika terbangun ..Chika langsung memeluk mamanya ..
" Chika minta maaf ma, kalau tadi aku mendengar kan nasehat mama tidak akan seperti ini ." Chika menangis dipelukan mama.
Mamanya mencoba menenangkan hati anaknya, pasti Chika trauma dengan kejadian ini..
...
" Mas Irvan mana ma, aku mau ngucapin terimakasih padanya.." Chika mengurai pelukannya..
" Lagi ada dibawah, sama teman-teman kamu juga"...
Chika langsung membersihkan badannya yang lengket, dan langsung menuruni anak tangga..
Anna dan araa langsung memeluk Chika dan meminta maaf karena gara-gara mereka Chika mendapatkan insiden ini .
"Sudah sudah aku tidak apa-apa, kan ada pahlawan aku yang nolongin, " Chika sambil tersenyum pada Irvan..
" Makasih ya mas, kalau saja mas tidak datang aku gak tau gimana nasip aku tadinya" ...
Irvan tersenyum " iya, kamu jangan keluar rumah lagi sebelum pernikahan kita, kamu harus tetap dirumah...tidak boleh kemana-mana selain dengan aku"...
"So sweet banget sih kak " ujar Anna dan araa beriringan...
Merek tertawa bersama..
"kalian berdua tidur disini aja ya, temanin Chika mempersiapkan diri untuk acara pernikahan nya" ujar mama.
" Siap Tan, tenang aja..kami akan bantu Chika" Anna menimpali ...
Irvan berpamitan pada papa dan mama, setelah Irvan pergi Chika dan para sahabatnya langsung masuk kamar...
Mereka melepas rindu karena jarang bertemu akhir-akhir ini... sebentar lagi Chika akan tinggal bersama suaminya..pasti sangat jarang waktu untuk mereka berkumpul..
maka dari itu Chika tak menyia-nyiakan waktu tersebut ....
Malam pun tiba..
suara notifikasi handphone nya berbunyi .
pertand ada watshap yang masuk..
" Jangan bandel lagi ya kalo Tante Nita bilang dirumah , ya dirumah aja..aku gak mau kamu kenapa-kenapa"...
Chika tersenyum membaca pesan dari calon imamnya itu..
" Iya deh, maaf ya mas aku ngerepotin"...
Sambil menunggu balasan pesan Chika mencuci muka nya terlebih dahulu..
setelah keluar dari kamar mandi Chika membaca pesan dari Irvan..
" Kali ini mas maafin,....jangan ulangi"....
Chika sengaja tidak membalas pesan terakhir yang dikirim Irvan..
mengingat perlakuan Irvan tadi siang saja Chika sudah mulai luluh hatinya.
Apa aku sudah mencintainya, aduh bagaimana ini...
sedangkan dia pasti belum mencintai aku .
memalukan sekali kalau aku duluan yang menaruh hati..
gak mungkin gak mungkinlah ya...
Dua sahabat Chika tengah asyik bermain game online, ya itu lah yang mereka lakukan ketika jenuh dengan pekerjaan masing-masing ...
"Hei Chika, gimana nanti malam pertama Lo sama siduda ganteng ya" ujar Anna .
" Iya ni ,, gue juga bayangin gitu an..." pikiran araa berkelana..
Chika mencubit pelan bahu sahabat nya itu .yang menurut Chika pertanyaan itu terlalu vulgar untuk dibahas..
" Jangan bayangin, gue aja yang jalanin, gak mikir sampe sana".
Kedua sahabatnya tertawa bersama, diantara mereka bertiga Chikalah orang yang paling polos .
ya gak terlalu polos sih.
.
Dilain tempat..
Irvan senyum-senyum sendiri membaca percakapannya dengan calon istrinya. bagaimana tidak setiap kata-kata yang keluar dari Chika sangat menggemaskan menurutnya.
" Van, sebentar lagi kamu nikah....!!!tinggal sama mami aja ya" mami memohon....
Irvan tersenyum terus memeluk sang ibu,,
" Mi, kalau Irvan sudah nikah. kami berdua tinggal dirumah kami mi...Irvan pengen mandiri" ....
Mami langsung sedih mendengarnya, benar sih ucapan anaknya itu, tapi mami pasti kesepian ditinggal Irvan
" Mami tenang aja, kami akan sering berkunjung"....
*****