Hari pernikahan

1507 Words
Tak terasa waktu cepat berlalu, di sebuah gedung mewah terlihat seorang pria menunggu kedatangan calon mempelai wanitanya.... Dengan Langkah pelan, Chika di gandeng oleh kedua sahabatnya tentu araa dan Anna . mereka tersenyum terus berjalan mendekati Irvan yang dari tadi menatap calon istrinya tanpa berkedip sedikit pun yang begitu sempurna malam ini.. ya mereka melaksanakan akad dan resepsi pada malam hari .. "Bagaimana kedua pengantin, apa sudah siap " sang penghulu bertanya . Dengan anggukan mereka berdua serentak bilang " siap pak".. "Gak sabaran amat sih Lo Van,. ingat gue masih jomblo" candaan yang keluar dari mulut sahabatnya Irvan..siapa lagi kalau bukan Andi... Dengan suara lantang Irvan membacakan ijab kabul. " saya terima nikahnya Chika Anindya Pratama binti Ilham Pratama dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"........ "Bagaimana para saksi" sang penghulu.. 'Sahhh........ semua orang bersorak ...... Alhamdulillah, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu Irvan datang..dimana saat ini Chika adalah istri sahnya, jujur Irvan sudah sangat mencintai Chika., dari matanya tidak bisa berbohong lagi, karena emang Chika sangat sangat cantik, baik hatinya .. Mereka menyalami para tamu undangan satu persatu beberapa kolega Irvan dan kolega papanya datang, cukup banyak tamu tang datang lebih seribu orang . Kaki Chika sudah mulai sakit karena memakai heigh hells... Irvan yang melihat merasa iba pada sang istri . " Mi, sepertinya kaki istriku sakit bolehkah kami istirahat sekarang" irvan bertanya .. Lagian acara sudah hampir selesai tamu undangan sudah mulai pulang . mami tersenyum pada anaknya . " Iya boleh sayang, titip cucu untuk mami ya,,, " mami menggoda irvan Mereka berdua masuk ke kamar hotel yang telah disediakan . Chika lebih memilih tiduran di kasur karena lelah, Irvan langsung membersihkan diri ke kamar mandi. "Sayang, kamu mandi dulu sana mas sudah siapin air hangat untuk berendam..supaya capek nya berkurang." Irvan menggoyahkan bahu Chika... "Iya mas, makasih ya_..." Chika berlalu ke kamar mandi.. 'Aduh, pakai susah dibuka lagi.. gak mungkin minta tolong sama mas Irvan aku malu' . Chika sibuk membuka bajunya, tapi tak terjangkau oleh tangan nya.. Akkhirnya dia mengalah dan memanggil suaminya. " mas, boleh minta tolong ..??baju aku susah dibuka bisa turunin resleting nya..?? Sebenarnya Chika sangat malu minta tolong walaupun itu suaminya sendiri. Irvan tersenyum lalu menuju pintu kamar mandi " ya tuhan, sudah satu jam di dalam belum mandi ternyata..??kenapa gak minta tolong dari tadi sayang "" Irvan meraih resleting baju .. Irvan meneguk ludahnya dengan kasar melihat punggung mulus sang istri, susah payah Irvan berusaha membantu Chika melepaskan pakaiannya... bersusah payah juga Irvan agar tidak tergoda dulu, Irvan takut nantinya Chika akan marah padanya, dengan alasan belum siap.. Dia laki-laki normal pasti menginginkan yang lebih, tapi Irvan harus bersabar menunggu waktunya dimana Chika akan siap menjadi istri sesungguhnya... Chika tampak gugup ketika Irvan menyentuh kulit punggungnya, sensasi yang dirasakan berbeda ..jantungnya berdetak kencang seperti habis olahraga .. " Makasih ya mas.." Chika buru-buru menutup pintu . Irvan melihat istrinya tampak malu ketika menatap matanya, makanya Chika bergegas ke dalam kamar mandi. Setengah jam Chika menghabiskan waktunya untuk mandi, akhirnya keluar hanya pakai handuk yang dililitkan di d**a, kaki jenjangnya terekspos..handuk itu tidak bisa menutupi Sepenuhnya d**a yang menonjol.. Irvan melihat langsung menelan ludahnya dengan kasar .. Chika tampak melewati suaminya mencari pakaiannya disana, tapi lama sekali Chika tak menemui baju tidurnya . padahal kopernya benar deh .kok isinya beda ya .. "Sayang , kenapa berdiri disana.buruan pakai baju lalu istirahat... Suara Irvan mengagetkan lamunan Chika, dengan terpaksa dia memakai baju tipis Yanga da dikoper, ini sama saja aku telanjang .. Irvan melongo menatap istri cantik nya itu.. "Sayang, kamu berniat menggodaku" irvan menelan ludahnya dengan kasar...tatapan Irvan penuh gairah . mana bisa juniornya tidak berdiri melihat p******a besar terpampang didepannya, mungkin apa bila dirasakan akan penuh ditangannya . " Maaf mas, bukan maksud aku menggoda....kayaknya koper aku ketukar deh mas, masa isinya ini semua" wajahny a cemberut. . " Kamu sangat cantik sayang, " tatapan Irvan tak pernah jauh dari gunung kembar itu .ingin rasanya menyentuh tapi apakah boleh Irvan egois... Chika berlari dan masuk kedalam selimut saking malunya, " maaf ya mas, aku belum siap" .... "Akan kutunggu, " Chika gak nyangka Irvan bisa menahan nafsunya, mereka akhirnya terlelap bersama, di pagi hari Chika merasa perutnya sangat berat untuk di gerakan, Chika melototkan matanya ternyata Irvan sudah memeluk nya dari belakang, sejak kapan kenapa aku gak sadar ya .apa aku yang dekat-dekat duluan..... Setengah jam lebih Chika berusaha melepaskan diri, tapi Irvan malah memeluknya dengan erat...' " biarkan seperti ini dulu sayang". terdengar suara serak Irvan ciri khas orang bangun tidur..... Chika hanya mengangguk dan akhirnya mereka tertidur lagi, Irvan hanya tersenyum karena Chika sedikit luluh sekarang tidak terlalu kaku bila Irvan memeluknya... Jam sudah menunjukan pukul 12 siang, perut Chika berbunyi pertanda ingin diisi... "mas, berapa lama lagi kita akan tidur, perut ku sudah lapar sekali" ujar Chika . Irvan terkekeh melihat Chika yang cemberut karena ulahnya, " iya sayang, habisnya kamu gemesin pengen peluk terus".... goda Irvan.. .. Chika memukul lengan suaminya ..."aw sakit sayang". kamu kalau lagi lapar kayak singa aja deh "!!... Chika berlalu ke kamar mandi , dia ingin berendam disana untuk menyegarkan tubuhnya kembali. diluar Irvan memesan makan siang untuk mereka berdua, tak berselang lama makanan itupun datang..... Chika keluar dari kamar mandi dan mencium makanannya " wah....wangi sekali mas jadi tambah lapar , buruan gih mas mandi aku tungguin jangan lama-lama ntar aku makan semuanya" canda Chika.. " Kalau kamu yang makan mas rela, asalkan setelah kamu makan semua ini giliran mas yang makan kamu ".. wajah Chika langsung merona mendengar kata-kata vulgar dari sang suami, dia merasa bersalah karena belum bisa memenuhi hak suaminya... .. Irvan hanya tersenyum melihat wajah istrinya yang menurut Irvan itu sangat lucu.. Chika langsung memalingkan wajahnya kesamping, karena makubdnegan ucapan suaminya... Irvan langsung masuk ke kamar mandi dan menyelesaikan ritual mandinya .. Sepuluh menit berlalu Irvan keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang, Chika yang melihat tak luput pandangannya dari perut sang suami, perut kotak-kotak dan kalau dipegang seperti roti sobek deh kayak nya.. Tapi dengan cepat Chika menatap ke handphone nya, supaya irvan nantinya gak bertanya yang aneh-aneh lagi.. Mereka menikmati makan siang nya . " sayang mau honeymoon kemana,...??? " Irvan memecah keheningan diantaranya . " Hmm...untuk sekarang jangan dulu ya mas, aku belum mau kemana-mana" Chika menolak karena dia takut jika nanti dia tidak bisa memberikan hak Irvan seutuhnya percuma saja bulan madu kalau gagal bulan pertama nya, Chika gak mau mengecewakan suaminya itu . Iya berharap Irvan menertibkan keputusan nya, sebelum mereka benar-benar saling mencintai satu sama lain... " Ok, tadinya aku pengen ajak kamu ke pulau...tapi kalau belum siap gak apa-apa , akan ku tunggu ..ayo makan habisi makanan mu".....Irvan lanjut menyantap hidangan didepannya.. 'Apakah sesulit itu meluluh kan hatimu, apa kamu masih mencintai b******n itu' Irvan memikirkan mantan Chika yang waktu itu menculiknya.. Ya Irvan mendapatkan informasi dari orang suruhannya, dan juga mengetahui jika Kelvin itu berselingkuh dari Chika. ****** Sampailah dirumah kediaman orang tua Chika, disinilah dia lahir dan dibesarkan oleh kedua orang tuanya... Sekarang dia tengah memasukkan bajunya kedalam koper untuk dibawa kerumah mereka , tepatnya kerumah Irvan yang sekarang juga rumah Chika... Mamanya menangis melepas kepergian anaknya... " Ma, jangan nangis Chika hanya kerumah suami Chika kok, aku janji akan sering-sering kesini, kalau tidak mama kesana bila ada waktu..". Chika mencoba menghibur mamanya.. " Kamu yang nurut pada suamimu, layani dia selayaknya suamimu...kasih haknya dan dia akan memberi kewajiban nya juga untuk istrinya ..." mama menghapus air matanya.. Chika keluar kamar dengan digandeng mamanya, papa tertawa melihat kami nak perangko yang gak bisa lepas, lucu memang ya.. " Mama, Chika kan dibawa suaminya masih sekitaran Jakarta, bukan keluar negeri jadi mama tenang aja, jika mama rindu tinggal datang kesana " papa menghibur istrinya.. " Iya mama cuma sedikit sedih aja kok" ujar mama.. Beralih menatap menantunya " Van, jaga anak mama ya..dia sedikit keras kepala...kalau salah bilangin aja...".. " Pasti ma, irvan akan jaga Chika layaknya ratu dirumah kami, Irvan memegang lengan istrinya..".. "Terimakasih papa dan mama telah merawat nya membesarkan dengan kasih sayang kalian, sekarang Chika sudah menjadi istriku, giliran aku mencintai setulus hatiku, ma pa ridhoi pernikahan kami ya ....semoga cepat dikasih kepercayaan oleh yang diatas"...Irvan mencium tangan papa dan mama mertuanya .. Chika yang mendengarnya sangat terharu, jika memang Irvan adalah jodoh yang terbaik di kasih tuhan, tolong beri kami kemudahan untuk saling mencintai.. aamiinn.... Akhirnya mereka membelah jalanan ibu kota yang terkenal sangat macet, dua jam lebih macet panjang yang sangat melelahkan Chika, akhirnya dia tertidur sampai rumahnya.. Irvan tidak tega membangunkan istrinya itu .akhirnya Irvan mengendong Chika masuk rumah, sampai di lift Chika masih terlelap saking capeknya .. Irvan meletakkan tubuh istrinya pelan-pelan agar Chika tak terbangun.. "Iya mami tenang aja, kami akan berusaha biar cepat hamil, Chika sedang istirahat kayaknya kecapean deh mi, aku kasihan" Chika mendengarkan yang diucapkan Irvan ditelepon bersama sang mertua..sungguh dia merasa sangat bersalah karena tidak memberikan hak suaminya...Irvan rela berbohong pada maminya sendiri demi menjaga hati istrinya.. 'Apakah aku sejahat itu, aku gak mau jadi istri yang durhaka, tapi aku juga takut '...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD