“Hujannya deras sekali. Baru kali ini rela basah-basahan karena seorang wanita,” gumam Jacob. Jacob memarkirkan mobilnya di depan rumah istrinya lalu ia turun sambil berlari masuk ke dalam rumah. Jacob membawa obatnya masuk ke dalam kamar Jeje dan ia melihat sikap ayah mertuanya yang begitu perhatian terhadap putrinya yang kini sudah menjadi istrinya. “Nak Jacob, keringkan dulu tubuhnya. Jangan sampai kamu sakit juga,” ucap Robert sambil memberikan handuk dari dalam lemari Jeje. “Iya Papa, terima kasih.” Jacob mengambil handuknya dan ia mengeringkan rambutnya yang basah. “Papa keluar dulu, kamu temani saja Jeje dulu.” Jacob mengangguk lalu ia duduk ditepi ranjang. Jacob memandangi wajah cantik istrinya itu. Dan Jacob menyingkirkan rambut istrinya yang menutupi wajah cantiknya. Jacob te

